23.2 C
Medan
Wednesday, August 10, 2022
spot_img

Ditemukan di Mesir, Ini Dia Fosil Paus Berkaki Empat Berusia 43 Juta Tahun

Kairo, MISTAR.ID

Para ilmuwan mengatakan bahwa mereka telah menemukan fosil berusia 43 juta tahun di Mesir. Fosil itu spesies paus amfibi berkaki empat yang sebelumnya tidak diketahui. Penemuan itu membantu para ilmuwan melacak transisi paus dari darat ke laut.

Jenis paus yang baru ditemukan itu termasuk dalam kelompok Protocetidae, yakni sekelompok paus yang punah karena gagal bertahan di masa transisi dari darat ke laut, kata tim peneliti yang dipimpin Mesir dalam sebuah pernyataan.

Fosil paus berkaki empat itu digali dari bebatuan Eosen tengah di Oasis Faiyum di Gurun Barat Mesir, daerah yang dulunya tertutup oleh laut dan telah memberikan banyak penemuan yang menunjukkan evolusi paus. Kemudian, fosil paus tersebut dipelajari di Pusat Paleontologi Vertebrata Universitas Mansoura (MUVP).

Baca juga: BKM Muslimin J City dan Fosil BKM Medan Johor Kumpulkan Rp70 Juta Buat Palestina

Para peneliti mengatakan Paus jenis baru itu diberi nama Phiomicetus anubis dan diperkirakan memiliki panjang tubuh sekitar tiga meter dan massa tubuh sekitar 600 kilogram sehingga paus itu kemungkinan merupakan predator paling atas.

Kerangka sebagian dari paus itu mengungkapkan bahwa paus berkaki empat tersebut adalah paus protocetid paling primitif yang diketahui dari Afrika.

“Phiomicetus anubis adalah spesies paus baru yang penting, dan penemuan penting untuk paleontologi Mesir dan Afrika,” kata Abdullah Gohar dari MUVP. Gohar adalah penulis utama makalah tentang penemuan yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B.

Nama genus paus, Phiomicetus, diberikan untuk menghormati tempat paus itu ditemukan, yakni Oasis Fayum. Sementara nama spesiesnya, anubis, mengacu pada Dewa Anubis, yaitu dewa Mesir kuno berkepala anjing yang terkait dengan kegiatan mumifikasi dan kehidupan setelah kematian.

Baca juga: Penelitian Genom: Bukan China tapi Eropa Sumber Utama Penyebaran Virus Korona

Terlepas dari penemuan fosil baru-baru ini, gambaran besar evolusi paus awal di Afrika sebagian besar tetap menjadi misteri, kata para peneliti. Pekerjaan di wilayah tersebut berpotensi mengungkap detail baru tentang transisi evolusioner dari paus amfibi ke paus akuatik sepenuhnya.

“Dengan bebatuan yang menutupi sekitar 12 juta tahun, penemuan di Oasis Fayum berkisar dari paus seperti buaya semiakuatik hingga paus air raksasa,” kata Mohamed Sameh dari Badan Urusan Lingkungan Mesir.

Penemuan paus baru itu telah menimbulkan pertanyaan tentang ekosistem purba dan mengarahkan penelitian ke pertanyaan-pertanyaan, seperti asal-usul dan kehidupan paus-paus purba di Mesir, kata pendiri MUVP Hesham Sellam. (tempo/hm06)

Related Articles

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: