25 C
Medan
Sunday, October 2, 2022
spot_img

Menko Luhut: Saatnya Negara-negara Ais Wujudkan Komitmen

Manado, MISTAR.ID – Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengatakan sudah saatnya negara-negara yang tergabung dalam wadah negara-negara pulau dan kepulauan (Archipelagic Island States/AIS) mewujudkan komitmen bagi masa depan generasi muda.

“Negara-negara di wilayah Pasifik dimudahkan oleh budayanya yang optimistis, adaptif, dan inovatif untuk bisa mewujudkan komitmennya. Sekaranglah waktunya mentransformasikan komitmen menjadi aksi untuk menciptakan masa depan yang terbaik bagi para generasi muda,” ujarnya saat menutup pertemuan Forum Negara Kepulauan dan Negara Pulau (AIS) di Manado, Jumat.

Menurut Menko Luhut dalam siaran pers yang diterima ANTARA, banyaknya bencana alam, seperti kebakaran hutan, angin topan, kekeringan, atau pemutihan karang dan polusi laut karena ulah manusia, dibutuhkan tindakan pencegahan secepatnya secara bersama.

“Karena sebagian besar negara anggota adalah negara kepulauan maka tindakan pencegahan harus segera dilakukan,” ujarnya.

Tugas negara-negara dalam forum AIS, katanya, bukan hanya itu, karena sebagian besar masyarakat masih hidup di bawah garis kemiskinan, sehingga tidak ada pilihan lain selain membuat inovasi dan solusi cerdas dalam mitigasi dan adaptasi.

Inovasi itu, menurut dia, dapat direplikasi sesuai dengan konteks masing-masing negara.

Indonesia, lanjut dia, siap berkontribusi pada “trust fund” yang rencananya untuk mendanai proyek-proyek penanganan perubahan iklim pada forum itu.

Forum itu diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dengan dukungan dari United Nations Development Program (UNDP) pada November tahun lalu.

Forum itu beranggotakan 41 negara pulau dan enam negara kepulauan dari kawasan Pasifik Selatan, Karibia, Asia, Afrika, dan Eropa.

Forum itu mewadahi kerja sama konkret dengan fokus pada empat area kolaborasi, yakni “blue economy”, mitigasi perubahan iklim dan bencana, polusi laut akibat sampah plastik, serta “good ocean and maritime governance”. Kerja sama itu melibatkan sektor swasta, masyarakat sipil, serta akademisi.

Menko Luhut bergembira karena dalam forum tahun ini diselenggarakan juga pertemuan, pelatihan, dan pameran usaha rintisan yang banyak diikuti generasi millenial.

“Ini membuka ruang kerja sama baru bagi sesama negara-negara anggota, pelaku bisnis, juga generasi muda,” katanya.

Forum Negara-Negara Pulau dan Kepulauan digelar di Manado sejak 30 Oktober 2019. Forum itu juga menghadirkan “unicorn-unicorn” dari Indonesia yang diharapkan dapat menularkannya kepada milenial di Sulawesi Utara.

Sumber Antara
Editor Luhut Simanjuntak

Related Articles

bon dan benn

TRENDING NOW

Kadishub ke Wartawan di Sidang Paripurna HUT ke-75 Dairi: Apa Foto-foto,...

Dairi, MISTAR.ID Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Dairi Parulian Sihombing berlagak seperti preman dan terkesan arogan kepada wartawan mistar.id bernama Julius Manurung. Seperti yang terjadi saat...

Identifikasi Korban Tragedi Kanjuruhan, Tim DVI Polri Dikerahkan ke Malang

Jakarta, MISTAR.ID Tim Disaster Victim Identification (DVI) Dokkes Polri berangkat ke Malang siang ini. Tim DVI Polri akan membantu mempercepat proses identifikasi 127 korban tewas...

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: