29 C
Medan
Friday, September 30, 2022
spot_img

Kompolnas Harap Polri Tuntaskan Sidang Etik “Obstruction of Justice”

Jakarta, MISTAR.ID

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengharapkan Polri fokus menuntaskan sidang pelanggaran etik berat terhadap tersangka obstruction of justice yang masih menyisakan tiga terduga pelanggar. “Sebaiknya fokus untuk memproses yang diduga melakukan pelanggaran berat etik,” kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti, seperti dikutip dari Antara, Rabu (21/9/22).

Total ada tujuh tersangka yang menghalangi pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, yakni Irjen Pol Ferdy Sambo, Brigjen Pol Hendra Kurniawan, Kombes Pol Agus Nur Patria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Chuck Putrato, Kompol Baiquni Wibowo dan AKP Irfan Widyanto.

Ketujuh tersangka ini, telah menjalani sidang etik sebanyak empat orang (Ferdy Sambo, Chuck Putraton, Baiquni Wibowo dan Agus Nur Patria), keempatnya dijatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat.

Baca Juga:Ferdy Sambo Tidak Hadiri Sidang KKEP Banding

Sidang etik terhadap tersangka obstruction of justice menyisakan tiga orang (Hendra Kurniawan, Arif Rahman Arifin dan Irfan Widyanto), namun sidang terhadap ketiganya tidak kunjung dilaksanakan, tetapi diselingi dengan sidang pelanggar kode etik klaster sedang hingga ringan.

Total dari 35 orang terduga kuat melanggar etik karena tidak profesional menangani TKP Duren Tiga (lokasi pembunuhan Brigadir J), sebanyak 13 orang telah menjalani sidang etik termasuk empat tersangka obstruction of justice, 12 di antaranya sudah diputuskan hasil sidang etiknya.

Polri dalam menyampaikan informasi jadwal sidang etik para terduga pelanggar tidak runut, atau diinformasikan setelah sidang digelar. Divisi Humas Polri beralasan belum mendapat informasi dari Biro Pertanggungjawaban Profesi (Wabprof) yang bertanggungjawab melaksanakan sidang etik. Seperti Senin (19/9/22) sidang etik terhadap Briptu Sigid Mukti Hanggono baru disampaikan kepada publik melalui media pada Selasa (20/9/22).

Baca Juga:Obstruction of Justice Jerat Ferdy Sambo dkk. Pasal Apa Itu?

Poengky berharap ada jadwal sidang yang menjelaskan nama terduga pelanggar dan waktu pelaksanaan sidang sehingga publik, termasuk media dapat mengetahuinya. “Diharapkan sidang lebih difokuskan pada pelanggaran berat terlebih dahulu. Akan lebih baik jika sidang dinyatakan terbuka untuk umum sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas,” ujar Poengky.(antara/hm15)

Related Articles

bon dan benn

TRENDING NOW

Irvanli Silalahi, Alumni SMAN 5 Pematang Siantar yang Raih Beasiswa Kuliah...

Pematang Siantar, MISTAR.ID Impian Irvanli Yosua Silalahi (18)  untuk bekerja di luar negeri makin jelas di depan mata. Pasalnya, alumni SMAN 5 Pematang Siantar ini...

Gernas PIP di Siantar, Kepala Daerah yang Tak Bisa Kendalikan Inflasi...

Pematang Siantar, MISTAR.ID Menyadari kondisi dunia yang sedang tidak baik akibat ancaman stagflasi, Presiden Jokowi di berbagai kesempatan, di antaranya saat Rakornas Pengendalian Inflasi bulan...
MotoGP akan Balapan di India Mulai 2023

MotoGP akan Balapan di India Mulai 2023

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: