5.7 C
New York
Thursday, April 25, 2024

BLT Dana Desa Jangan Dalam Bentuk Sembako

Jakarta, MISTAR.ID
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menegaskan, bantuan langsung tunai (BLT) dana desa tidak diberikan dalam bentuk sembako.

“Tidak ada BLT dana desa dalam bentuk sembako. Di lapangan ada permintaan seperti itu, saya jawab tidak bisa,” ujar Abdul Halim dalam konferensi pers, Senin (27/4/20).

Menurut dia, BLT dana desa seluruhnya diberikan dalam bentuk uang tunai kepada masyarakat desa. Sedangkan tata cara penyaluran BLT tersebut bisa secara langsung diserahkan ke warga dan melalui transfer rekening bank.

Abdul Halim menyebut, besaran BLT yang diserahkan yakni Rp600.000 per bulan untuk setiap keluarga miskin di desa. Nantinya BLT ini akan diberikan selama tiga bulan. Sehingga secara total, setiap keluarga akan mendapat Rp 1,8 juta. Ia mengatakan, jika ada masyarakat desa yang merasa kesulitan memperoleh kebutuhan bahan pokok bisa menggunakan BLT untuk berbelanja di BUMDes.

“Solusinya yakni BUMDes menyiapkan sembako, minyak goreng, kebutuhan pokok. Setelah mereka menerima BLT, silakan dibelikan ke BUMDes,” katanya.

Selain itu, Abdul Halim juga meminta para kepala daerah tidak mempersulit penyaluran BLT dana desa.

“Saya mengajak kepada seluruh bupati dan wali kota untuk memberikan kemudahan kepada desa di dalam penyaluran BLT karena ini sudah urusan kemanusiaan. Saya mohon kepada bupati dan wali kota agar tidak ada mempersulit urusan kemanusiaan,” tutur dia.

Terlebih, saat ini sudah memasuki bulan Ramadhan sehingga banyak masyarakat desa yang membutuhkan penyaluran BLT.

Abdul Halim menuturkan, BLT untuk masyarakat desa dianggarkan dari alokasi anggaran dana desa yang sebelumnya telah disalurkan oleh pemerintah pusat kepada desa. Menurut dia, ada sejumlah pedoman pencairan alokasi dana desa untuk BLT.

Pertama, bagi desa yang alokasi dana desa di bawah Rp800 juta per tahun, maka diminta mengalokasikan maksimal 25 persen dari keseluruhan anggaran untuk BLT.

Kedua, bagi desa yang alokasi dana desanya sebesar Rp800 juta – Rp1,2 miliar, diminta untuk mengalokasikan dana desa sebesar 30 persen.

“Sedangkan desa yang dana desanya diatas Rp1,2 miliar itu diminta menyalurkan 35 persen dari dana desanya untuk BLT,” papar Abdul Halim. Hingga 27 Maret 2020, Kemendes PDTT mencatat sudah ada sekitar 8.157 desa di 76 kabupaten yang mencairkan BLT untuk masyarakat.

Sumber: Kompas
Editor: Rika Yoesz

Related Articles

Latest Articles