25 C
Medan
Sunday, October 2, 2022
spot_img

MUI Simalungun: Perlu Diskusi Soal Cadar

Simalungun | MISTAR.ID – Wacana Menteri Agama Fachrul Razi soal pelarangan penggunaan cadar di instansi pemerintahan, memancing berbagai tanggapan dari berbagai pihak. salah satunya dari Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Simalungun, H.Abdul Halim Lubis MM.
Menurutnya, wacana tersebut agar didiskusikan terlebih dahulu dengan para kiai dan tokoh-tokoh agama yang ada di Indonesia.

“Kalau memang sudah menjadi wacana, hal tersebut agar didiskusikan terlebih dahulu dengan para kiai dan tokoh-tokoh agama Muslim yang ada di Indonesia. Kalau sudah ada hasilnya baru diterapkan,” ucap Abdul Halim kepada Harian Mistar, Kamis (31/10/19), di ruang kerjanya.

Abdul Halim juga menegaskan agar hal tersebut didiskusikan dan dikaji dengan benar karena wacana tersebut selain menyangkut agama, juga menyangkut Hak Asasi Manusia (HAM).

“Masalah itu menyangkut orang banyak, menyangkut agama dan menyangkut Hak Asasi Manusia (HAM). Jadi memang harus didiskusikan dengan benar, karena kalau ada yang bercadar niatnya baik atau tidak berniat buruk, kan salah kalau dilarang,” tandas Halim. Mengenai tindakan yang akan dilakukan MUI, Abdul Halim mengatakan masih menunggu apa kelanjutan dari wacana tersebut.

penulis : roland
editor : mahadi

Related Articles

bon dan benn

TRENDING NOW

Kadishub ke Wartawan di Sidang Paripurna HUT ke-75 Dairi: Apa Foto-foto,...

Dairi, MISTAR.ID Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Dairi Parulian Sihombing berlagak seperti preman dan terkesan arogan kepada wartawan mistar.id bernama Julius Manurung. Seperti yang terjadi saat...

Identifikasi Korban Tragedi Kanjuruhan, Tim DVI Polri Dikerahkan ke Malang

Jakarta, MISTAR.ID Tim Disaster Victim Identification (DVI) Dokkes Polri berangkat ke Malang siang ini. Tim DVI Polri akan membantu mempercepat proses identifikasi 127 korban tewas...

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: