Jelang New Normal, Mal di Medan Pasang Thermal Camera

    sejumlah pusat perbelanjaan modern atau mal di Medan tengah berbenah lebih baik lagi dalam fasilitas umumnya
    Menuju new normal atau kebiasaan baru mal di Medan berbenah fasilitas umumnya, dengan memasang thermal camera yang lebih cepat mendeteksi suhu tubuh manusia di pandemi Covid-19.(f:anita/mistar)

    Medan, MISTAR.ID

    Menuju new normal atau kebiasaan baru di Sumatera Utara (Sumut) awal Juli 2020 nanti, sejumlah pusat perbelanjaan modern atau mal di Medan tengah berbenah lebih baik lagi dalam fasilitas umumnya. Salah satunya pengelola mal tersebut menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan penyesuaian infrastruktur, untuk mencegah penularan Covid-19.

    Sun Plaza Medan salah satunya. Mal yang berada di Jalan Zainul Arifin Medan ini telah memasang thermal camera di pintu masuk utama untuk mendeteksi suhu tubuh pengunjung yang akan masuk ke mal. Penggunaan alat ini untuk mendeteksi lebih cepat suhu tubuh manusia tanpa harus diperiksa satu persatu.

    Dikatakan Marcomm Manager Sun Plaza Yokie, penggunaan thermal camera sudah sepekan lalu dipasang di pintu masuk utama Sun Plaza Medan. “Itu sudah kami terapkan kurang lebih seminggu. Semuanya dilakukan agar memberikan kenyamanan dan keamanan lebih bagi pengunjung sehingga diharapkan dapat meredam penyebaran Covid-19 di masa sekarang ini,” jelas Yokie pada wartawan, Jumat (26/6/20).

    Yokie juga mengatakan, pihak managemen juga berupaya menyempurnakan peralatan di area mal dengan touchless. Di antaranya, seperti touchless parking yang bertujuan agar pengunjung terhindar dari bersentuhan dan yang paling utama agar dapat memutus mata rantai Covid-19.

    Baca Juga:Rencananya, 1 Juli 2020 Diberlakukan New Normal di Sumut

    Selain Sun Plaza, salah satu mal yang berada di Jalan Gatot Subroto Medan juga telah memasang thermal camera di pintu masuk utama untuk mendeteksi suhu tubuh pengunjung. Diungkapkan Marcomm Manager Plaza Medan Fair, Lenny Yun Manalu mengatakan, pihaknya berupaya memperbaiki infrastruktur di mal menuju new normal. Di antaranya menerapkan sensor khusus agar pengunjung tidak bersentuhan langsung dengan fasilitas seperti di pengambilan tiket parkir dan lift.

    “Kami berupaya menyempurnakan peralatan dengan touchless juga. Kami juga telah memasang thermal camera di pintu utama. Pengunjung yang suhu tubuhnya tinggi bisa langsung terdeteksi tanpa harus berhadapan dengan petugas untuk mengecek suhu tubuh,” jelasnya.

    Managemen Plaza Medan Fair juga masih terus fokus dengan penggunaan masker, dimana pengunjung yang tidak mengenakan masker tidak diperkenankan masuk. “Menuju new normal memang untuk pengunjung belum begitu ramai. Salah satu alasannya juga masih diberlakukan pembatasan jam operasional sehingga pengunjung belum kembali normal.

    Namun yang terpenting, kami sebisa mungkin menerapkan protokol kesehatan agar pengunjung merasa aman dan nyaman,” katanya. Terpisah, pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin menuturkan, new normal masih menyisakan masalah bagi dunia usaha. Skema new normal yang diberlakukan di sejumlah wilayah di Sumut ternyata belum mampu sepenuhnya merekondisi ekonomi masyarakat di wilayah ini.

    Baca Juga:Masa Tutup Plaza di Sumut Diperpanjang Hingga 28 April 2020

    “Uji coba menghidupkan kembali usaha selama sekma new normal bagi beberapa pengusaha justru bisa merugikan pengusaha itu sendiri. Sebagai gambaran, sejumlah industri pusat perbelanjaan modern (mall/plaza) menjadi salah satu usaha yang menurut hemat saya tidak menguntungkan. Sebab dari banyak outlet yang ada di suatu mal, tidak semua membuka usahanya. Dan ini disiasati dengan menghemat pendingin udara dengan tidak mengaktifkan AC sentral yang dimiliki oleh Mall itu sendiri. Alhasil kondisi kurang nyaman dirasakan oleh pengunjung (terasa panas), yang berakibat pada penurunan jumlah pengunjung,” tuturnya.

    Dengan penurunan jumlah pengunjung ditambah banyaknya outlet yang masih tutup, jelas akan merugikan pihak pengelola (pengusaha). “Namun disini, Saya mencermati keengganan sejumlah outlet yang belum mau membuka usahanya. Saya justru mengkwatirkan keputusan ini lebih dikarenakan oleh kekwatiran pemilik toko tersebut dengan penurunan daya beli masyarakat. Ditambah penyebaran Covid-19 yang masih terus terjadi, membuat sebagian masyarakat justru lebih memilih untuk tetap di rumah dan menghindari keramaian,” jelasnya.(anita/hm10)