32 C
Medan
Saturday, May 28, 2022
spot_img

DPR Bentuk Panja Vaksinasi Buntut Vaksinasi Isi Kosong di Medan

Jakarta, MISTAR.ID

Komisi IX DPR akan membentuk panitia kerja (Panja) vaksinasi Covid-19 buntut insiden vaksinasi isi kosong yang diinjeksi oleh salah satu tenaga kesehatan (nakes) ke siswa sekolah dasar di Medan, Sumatera Utara baru-baru ini.
Anggota Komisi IX DPR dari fraksi PKS, Netty Prasetiyani mengatakan kini komisinya masih menunggu utusan dari setiap fraksi untuk bergabung dalam panja vaksinasi.

“Akibat banyaknya permasalahan dari hulu ke hilir di sektor vaksinasi, membuat komisi IX bersepakat untuk membentuk panitia kerja (panja) vaksin, ” kata dia dalam keterangannya, Sabtu (22/1/22).

Selain akan menyoroti temuan kasus di lapangan terkait proses vaksinasi, panja vaksin kata Netty terutama akan fokus pada roadmap vaksin primer yakni dosis 1 dan 2, anggaran vaksin, target, serta cakupan vaksinasi.

Baca juga:Vaksinator yang Suntikkan Vaksin Kosong Terancam Pidana

Panja vaksin, katanya, akan mendalami sejumlah hal terkait temuan kasus vaksinasi di lapangan, mulai dari jenis dan ketersediaan logistik vaksin, rantai pasokan, ketersediaan tenaga vaksinator, strategi tata kelola KIPI, hingga sinkronisasi data vaksinasi.

“Kita bentuk panja ini bukan untuk mengancam pemerintah, tapi ini adalah bentuk tugas counterpart sebagai pertanggungjawaban kepada rakyat,” katanya.

Lewat panja vaksin, Netty berkata Komisi IX berusaha membangun keyakinan dengan menekan pemerintah bahwa vaksin halal dan aman bagi masyarakat terutama anak-anak. Namun, hal itu belakangan dirusak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Kasus injeksi vaksin kosong ramai lewat video yang beredar di media sosial baru-baru ini. Video itu memperlihatkan seorang vaksinator yang diduga menginjeksi suntikan tanpa cairan vaksin ke murid Sekolah Dasar (SD).

Baca juga:Poldasu Periksa Lima Saksi Kasus Murid SD Disuntik Vaksin Kosong, Dokter Minta Maaf

Teranyar, polisi telah memeriksa nakes yang diduga merupakan pelaku injeksi vaksin kosong tersebut. Kini nakes yang bersangkutan masih berstatus sebagai saksi setelah menjalani pemeriksaan.

“Penyidik sedang bekerja, memeriksa saksi-saksi, karena kegiatan kemarin kan dilaksanakan pada tanggal 17 Januari. Dari 500 baru 460 yang sudah dilakukan vaksinasi. Ini masih tahap penyelidikan. Kasus ini masih berproses kami tetap menggandeng IDI untuk menindaklanjuti video viral,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Jumat (22/1/22). (cnnindonesia, hm06)

Related Articles

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: