31.7 C
Medan
Friday, May 20, 2022
spot_img

WHO Imbau Perluas Penggunaan Vaksin Pfizer untuk Anak 5-11 Tahun

Jenewa, MISTAR.ID

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat waktu setempat mengimbau agar penggunaan dosis rendah vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech untuk anak berusia 5-11 tahun diperluas.

Rekomendasi itu muncul setelah Kelompok Ahli Penasihat Strategi (SAGE) untuk imunisasi mengelar rapat evaluasi vaksin tersebut pada Rabu kemarin.

Vaksin Pfizer/BioNTech saat ini direkomendasikan untuk digunakan pada orang berusia 12 tahun ke atas.

Sedangkan dosis untuk anak-anak sebesar 10 mikrogram, bukan 30 mikrogram yang diperuntukan bagi orang berusia di atas 12 tahun.

Baca Juga: Gawat! Studi di Hong Kong Sebut Vaksin Sinovac Plus Booster Pfizer-Tak Mampu Lawan Omicron

“Kelompok usia ini (5-11 tahun) menjadi prioritas paling belakang dalam penggunaan vaksin, kecuali anak-anak yang memiliki riwayat penyakit bawaan,” kata pimpinan SAGE Alejandro Cravioto.

Panel juga mengimbau agar vaksin booster Covid-19 diberikan setelah 4-6 bulan setelah dosis kedua pada kelompok paling prioritas seperti orang tua dan petugas medis.

Efek Samping Ringan

Vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan BioNTech sebagian besar menyebabkan efek samping ringan pada anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun, menurut data yang Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Baca Juga: Indonesia Terima Hampir Sejuta Vaksin Pfizer Donasi Italia di Awal 2022

Mengutip Reuters, data CDC menunjukkan, setelah dosis kedua vaksin Pfizer dan BioNTech, beberapa anak melaporkan nyeri di tempat suntikan dan reaksi sistemik lainnya, seperti kelelahan serta sakit kepala.

CDC mengungkapkan, juga menerima laporan 11 kasus miokarditis, sejenis peradangan jantung, pada anak-anak berusia 5-11 tahun yang telah menerima vaksin Pfizer dan BioNTech. Sebanyak tujuh anak telah pulih dan empat dalam pemulihan saat laporan.

Miokarditis adalah efek samping yang jarang terjadi setelah suntikan vaksin berbasis mRNA. Laporan CDC menyebutkan, Sistem Pelaporan Kejadian Buruk Vaksin AS (VAERS) menerima 4.249 laporan efek samping, dengan 97,6% di antaranya tidak serius.

Baca Juga: WHO Daftarkan Vaksin Pfizer dan BioNTech untuk Penggunaan Darurat

Kasus-kasus tersebut dilaporkan di VAERS dan v-safe, sistem pengawasan keamanan berbasis smartphone sukarela untuk efek samping setelah vaksinasi Covid-19 antara 3 November dan 19 Desember 2021.

CDC mengatakan, sekitar 8,7 juta dosis vaksin Pfizer dan BioNTech telah diberikan kepada anak-anak dalam kelompok usia 5-11 tahun.

Vaksin tersebut mendapat persetujuan di Amerika Serikat untuk anak berusia 5 hingga 15 tahun pada akhir Oktober lalu, dan merupakan satu-satunya suntikan yang diizinkan untuk kelompok usia tersebut.

Sebuah studi terpisah oleh CDC menunjukkan, dua dosis vaksin Pfizer dan BioNTech 92 persen efektif melawan infeksi virus corona pada remaja berusia 12 hingga 17 tahun. Periode pengamatan untuk analisis itu bertepatan dengan periode dominasi varian Delta di Amerika Serikat, CDC menambahkan.(reuters/ant/kontan/hm02)

Related Articles

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: