9.2 C
New York
Saturday, April 20, 2024

Uni Eropa Tak Masukkan AS dalam Daftar Negara ‘Aman’

Jakarta, MISTAR.ID

Terhitung 1 Juli, Uni Eropa tidak memasukkan Amerika Serikat (AS) dalam daftar negara aman untuk diizinkan memasuki Negara-negara Uni Eropa.

Blok beranggotakan 27 negara itu pada Selasa (30/6/20) telah memberikan persetujuan untuk liburan atau perjalanan bisnis dari 14 negara di luar perbatasannya.

Dewan Uni Eropa, yang mewakili pemerintah Uni Eropa, dalam sebuah pernyataan, menyebut negara-negara tersebut adalah Aljazair, Australia, Kanada, Georgia, Jepang, Montenegro, Maroko, Selandia Baru, Rwanda, Serbia, Korea Selatan, Thailand, Tunisia, dan Uruguay.

Baca Juga: 50.000 Orang Meninggal, Brazil Negara Kedua Terparah Pandemi di Dunia

China juga telah disetujui sementara, meskipun perjalanan hanya akan terbuka jika otoritas China juga mengizinkan pengunjung Uni Eropa. Timbal balik adalah syarat agar China masuk dalam daftar negara aman.

Rusia, Brazil, dan Turki, bersama dengan Amerika Serikat, adalah di antara negara-negara yang pencegahan virus corona mereka  dianggap lebih buruk daripada rata-rata Uni Eropa.

Dengan demikian, negara-negara tersebut harus menunggu setidaknya dua minggu untuk persetujuan. Uni Eropa akan melakukan tinjauan setiap dua minggu.

Baca Juga: Update Covid-19: Lebih 10 Juta Orang Terinfeksi di Dunia

Langkah ini bertujuan mendukung industri perjalanan Uni Eropa dan tujuan wisata, khususnya negara-negara di Eropa selatan yang paling terpukul oleh pandemi Covid-19.

Upaya ini berfungsi  sebagai rekomendasi untuk anggota Uni Eropa agar dapat menetapkan batasan bagi pengunjung yang masuk dari 14 negara tersebut.

Beberapa jam setelah pengumuman Uni Eropa, Italia, yang memiliki angka kematian Covid tertinggi di dunia, mengatakan akan memilih dan tetap menerapkan pembatasan karantina untuk semua negara yang bukan bagian dari wilayah Schengen.

Baca Juga: AS Terburuk Di Dunia, Kematian Corona Lampaui 100 Ribu Jiwa

“Situasi global masih sangat kompleks. Kita tidak ingin apa yang dilakukan Italia berakhir sia-sia,” kata Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza.

Kanada juga mengatakan akan memperpanjang kebijakan karantina bagi para pelancong sampai akhir Agustus dan larangan bepergian bagi sebagian besar orang asing hingga akhir Juli.

Upaya Uni Eropa untuk membuka kembali perbatasan internal, khususnya di dalam wilayah Schengen yang beranggotakan 26 negara, tidak merata karena beberapa negara membatasi akses bagi pengunjung tertentu.(antara/hm02)

 

 

Related Articles

Latest Articles