Tradisi ‘Perang’ Kotoran Sapi Di India Akhiri Perayaan Diwali

Perang kotoran sapi di Desa Gummatapura, India, setelah perayaan Diwali. (f:ist/mistar)

New Delhi, MISTAR.ID

Tradisi unik menandai berakhirnya perayaan Diwali di India digelar di sebuah desa bernama Gummatapura di India. Tradisi unik itu adalah perang kotoran sapi yang dilakukan sekelompok warga.

Para warga saling melempar kotoran sapi dalam acara yang disebut sebagai Gorehabba tersebut. Dilansir dari Oddity Central, Jumat (20/11/20), para warga terlebih dahulu mengumpulkan “amunisi” berupa kotoran sapi.

Kotoran sapi tersebut diambil dari para warga yang memiliki sapi. Kotoran-kotoran itu diambil dengan gerobak dan ditarik oleh hewan ternak. Setelah itu, kotoran sapi tersebut dikumpulkan dan ditumpuk di kuil setempat.

Baca juga: Bahaya! Infeksi Covid-19 Di India Tembus 9 Juta

Jika dirasa cukup, kotoran sapi itu diberkati oleh para pendeta melalui sebuah ritual. Sehabis diberkati, kotoran sapi yang telah trekumpul di kuil dipindahkan lagi ke lapangan terbuka di Desa Gummatapura.

Di sanalah pertempuran berlangsung. Para pria yang bertelanjang dada berkumpul, lalu saling lempar kotoran sapi kepada pria lainnya. Saking banyaknya pria yang berpartisipasi dalam Gorehabba, kotoran sapi tersebut sampai beterbangan di mana-mana.

Bahkan, dalam beberapa kesempatan, ada pria yang menggumpalkan kotoran sapi cukup besar kemudian dilemparkan kepada pria lainnya. Bagi para pria yang ikut serta dalam Gorehabba, melempar dan dilempar kotoran sapi adalah sebuah kesenangan tersendiri.

Di sisi lain, mereka juga meyakini adanya manfaat yang terkandung dalam kotoran sapi tersebut. Banyak warga percaya bahwa hanya dengan menyentuh kotoran sapi yang diberkati dengan tangan, mereka dapat sembuh dari semua penyakit.

Para warga percaya bahwa dewa mereka, Beereshwara Swamy, lahir dari kotoran sapi. Sementara itu, di belahan dunia lain tepatnya di Spanyol, punya tradisi unik yakni perang tomat yang disebut sebagai La Tomatina. Italia juga memiliki tradisi unik yakni perang buah jeruk di Kota Ivrea. (kompas/hm09)