RS di Malaysia Krisis, BOR Capai 104% Akibat Lonjakan Covid-19

Uji Covid-19 di Malaysia terus ditingkatkan seiring makin tingginya infeksi Covid-19 di negeri tersebut. (f:cnn/mistar)

Kuala Lumpur, MISTAR.ID

Lonjakan kasus Covid-19 di Malaysia masih tetap tinggi. Hal ini mengakibatkan rumah sakit masuk level kritis karena kewalahan menampung jumlah pasien yang terus bertambah. Dilaporkan, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di ICU untuk pasien Covid-19 mencapai 104 persen.

Untuk menekan laju penyebaran virus, Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah mengatakan penggunaan tempat tidur yang mencapai 104 persen itu mengkhawatirkan, lantaran tak semua pasien kritis mendapat tempat di ICU.

“Rumah sakit nasional juga mengalami peningkatan kategori empat, dan lima pasien membutuhkan oksigen serta bantuan pernapasan, terutama di antara kelompok rentan seperti orang lanjut usia dan mereka yang mempunyai komorbid,” ujar Hisham, mengutip media Rabu (9/6/21).

Baca juga: Angka Kematian Covid-19 di Malaysia Cetak Rekor Tertinggi

Kata Hisham, kapasitas rumah sakit terutama ICU untuk pasien Covid-19 berada dalam level kritis dan dapat terus melonjak jika masyarakat abai protokol kesehatan sehari saja. “Situasi ini tak bisa dianggap enteng, apalagi jika ada pihak yang menyebarkan informasi yang tak akurat mengenai situasi tersebut.”

Namun, tingkat keterisian tempat tidur di bangsal umum dalam dua minggu terakhir menurun. Dari 99 persen menjadi 89 persen. Demikian pula penggunaan tempat tidur di pusat karantina dan tempat perawatan dengan gejala ringan sebesar 54 persen.

Pada Rabu (9/6/21) kasus harian Covid-19 di Malaysia sebanyak 6.239. Dari jumlah itu, 6.228 di antaranya transmisi lokal. “Total kematian (harian) yang tercatat adalah 75, sementara 905 kasus kini sedang menjalani perawatan di ICU dan 453 telah dipasang alat bantu napas kemarin,” ujar Hisham. Hingga kini, total kasus Covid-19 di Malaysia mencapai 634 ribu dengan angka kematian sebanyak 3.611. (cnn/hm09)