Ratusan Burung Mati Misterius Di Jalanan Roma

Burung Jalak terbang di langit Roma, Italia. Burung jalak kerap terbang secara bergerombol dalam formasi yang sangat indah di langit. (f:ist/mistar)

Roma, MISTAR.ID

Secara mengejutkan ratusan burung mati misterius di jalanan Kota Roma Italia pasca-perayaan Tahun Baru 2021. Beredar di media sosial foto dan video yang menunjukkan bangkai ratusan burung tersebut memicu segala macam teori konspirasi.

Seperti diberitakan media, yang dikutip Rabu (13/1/21), foto dan video tersebut menunjukan ratusan burung mati tergeletak di sekitar stasiun kereta Termini, Roma, Italia, pada malam Tahun Baru 2021.

Walau belum dapat dipastikan penyebab misteri kematian para burung tersebut, kelompok penyayang hewan menyalahkan pertunjukan kembang api tradisional sebagai penyebab tragedi misterius ini.

Baca juga: 350 Ribu Unggas di India Mati Akibat Wabah Flu Burung

Walaupun ibu kota Italia telah mengumumkan larangan kembang api saat Tahun Baru 2021, sebagian besar dari masyarakat mengabaikan larangan tersebut.

Karena insiden menyedihkan ini, organisasi perlindungan hewan OIPA (International Animal Protection Organization) Italia menyerukan larangan nasional, atas penjualan kembang api dan petasan untuk penggunaan pribadi.

“Saya sedang bertugas selama jam kerja ketika saya melewati Cavour, sebuah jalan dekat stasiun kereta api pusat,” kata Diego Fennichia, seorang supir taksi dari Roma, kepada media.

“Awalnya saya tidak mengerti apa yang ada di tanah, kemudian saya menyadari bahwa mereka adalah burung yang sudah mati, dan jumlahnya ratusan. Pemandangan yang sangat buruk,” katanya. Fennichia terus menjelaskan bahwa ia melewati jalan tersebut pada pukul 00.40, beberapa saat setelah pertunjukan kembang api dimulai.

Baca juga: Flu Burung Mewabah, Belanda Musnahkan 190 Ribu Ekor Ayam

“Saya bukan ilmuwan atau dokter hewan, jadi saya tidak bertanggung jawab untuk mengatakan dengan pasti bahwa itu alasannya,” lanjutnya setelah mengatakan bahwa ia sempat berpikir bahwa kembang api mungkin menjadi penyebab kejadian tersebut.

Kecurigaan Fennichia lalu dilanjutkan oleh juru bicara OIPA, Loredana Diglio, ketika ia menjelaskan bahwa ada beberapa cara burung bisa mati karena akibat dari pertunjukan kembang api yang nyaring dan terang.

“Bisa jadi mereka mati karena ketakutan,” kata Diglio. “Mereka bisa terbang bersama dan saling bertabrakan, atau menabrak jendela atau kabel listrik. Jangan lupa, mereka juga bisa mati karena serangan jantung.”

Walaupun kembang api masih menjadi tersangka dalam kasus ini, foto dan video burung-burung mati tersebut berhasil menjadi berita utama selama beberapa hari. Kejadian misterius ini bukanlah yang pertama, beberapa tahun yang lalu, hampir ada 5.000 burung yang ditemukan mati di tepi danau di India.(liputan6/hm09)