Prancis Kembali Lockdown!

Prancis akan kembali lockdown di akhir pekan menyusul lonjakan kasus corona. (f:cnn/mistar)

Paris, MISTAR.ID

Lonjakan infeksi Covid-19 di Prancis memaksa negara tersebut kembali menerapkan lockdown (penguncian wilayah) pada beberapa area berisiko tinggi penularan virus selama akhir pekan setelah mencatat penularan Covid-19 yang signifikan secara nasional, Jumat (5/3/21).

Langkah itu dilakukan pemerintahan Presiden Emmanuel Macron sebagai upaya meringankan beban rumah sakit dan mencegah kebijakan pembatasan pergerakan lebih ketat yang semakin berdampak pada perekonomian negara. Macron bertekad menjaga stabilitas dan keterbukaan ekonomi Prancis meski tingkat infeksi Covid-19 meningkat secara nasional.

Sementara itu, Perdana Menteri Jean Castex mengumumkan pada hari Kamis (4/3/21), lockdown akhir pekan ini yang akan berlaku di wilayah Pas-de-Calais utara sama seperti yang telah berjalan di French Riviera. Jam malam nasional juga telah diberlakukan sejak pertengahan Desember lalu.

Baca juga: Infeksi Covid-19 Capai 18 Ribu Sehari, Prancis Pertimbangkan Lockdown

“Keputusan untuk tidak menerapkan lockdown (daerah lain) memiliki alasan lain. Bagi pemerintah, ini mempercepat tes corona massal dan program vaksinasi, mulai akhir pekan ini,” kata Castex dalam konferensi pers di Paris seperti dikutip media. Sementara itu, Macron berharap vaksinasi bisa meredam angka penularan corona secara nasional sehingga menghindari hambatan pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.

Castex mengatakan selama akhir pekan ini pemerintah akan mulai memperbanyak tempat vaksinasi pada 23 wilayah berisiko tinggi. Pemerintah juga mulai mengizinkan vaksinasi corona dilakukan di apotik-apotik pada pertengahan Maret mendatang.

Ia juga memastikan bahwa pasokan vaksin nasional akan meningkat dalam beberapa pekan ke depan. Berbeda dengan Prancis, Inggris dan Jerman masih menerapkan lockdown nasional demi meredam peningkatan penularan corona yang dipicu oleh varian baru Covid-19.

Baca juga: Presiden Prancis Terinfeksi Covid-19

Sejauh ini, Prancis lebih fokus menerapkan jam malam dan penutupan bar, restoran, hingga sebagian tempat hiburan daripada menerapkan lockdown nasional. Prancis dijadwalkan akan mulai melakukan vaksinasi terhadap 10 juta warga pada akhir April dan 30 juta – atau dua pertiga dari jumlah populasi orang dewasa – pada musim panas.

“Kami dapat berpikir secara rasional bahwa pada akhir April atau awal Mei mungkin mungkin untuk mencabut beberapa pembatasan, meskipun kami tidak memiliki jawaban pasti,” kata Menteri Kesehatan Oliver Veran.

Prancis saat ini tercatat 25.279 infeksi virus corona baru pada hari Kamis (4/3/21). Angka penularan itu menjadikan total kasus nasional menjadi 3,84 juta dengan 87.835 kematian. (cnn/hm09)