Philadelphia Rusuh, Jam Malam Diberlakukan

Masyarakat Philadelphia, Amerika Serikat tidak boleh berkegiatan di luar rumah mulai pukul 21.00 hingga 06.00 waktu setempat. (f:ist/mistar)

Philadelphia, MISTAR.ID

Penembakan pria kulit hitam hingga mati oleh polisi kembali terjadi di Philadelphia Amerika Serikat. Akibatnya, gelombang unjuk rasa dan kerusuhan terjadi dan menyebabkan jam malam diberlakukan di kota tersebut.

Mengutip media, jam malam berlaku pada Kamis (29/10/20) mulai pukul 21.00 hingga 06.00 waktu setempat. Jam malam berlaku atas pertimbangan keamanan. Masyarakat tidak boleh berkegiatan di luar rumah dalam rentang waktu tersebut.

Sebelumnya, anggota polisi menembak mati pria kulit hitam warga Philadelphia bernama Walter Wallace yang berusia 27 tahun. Kejadian itu memantik gelombang protes sejak Senin (26/10/20) hingga Selasa (27/10/20).

Baca juga: AS Kembali Memanas, Polisi Tembak Mati Pria Kulit Hitam

Media melaporkan ada dua petugas kepolisian yang dilaporkan menembak Wallace sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Wallace ditembak lantaran menolak menjatuhkan pisau yang dipegangnya. Menurut media, polisi meminta itu karena Wallace mengarahkan pisaunya kepada mereka. Hingga kemudian penembakan terjadi.

Juru Bicara Polisi, Tanya Little mengatakan Wallace sempat coba melawan petugas yang coba menjatuhkannya ke tanah. Polisi kemudian menembaknya beberapa kali, mengenai bahu dan dada Wallace. Kejadian itu sontak jadi pembicaraan dan memantik gelombang protes. Ratusan orang turun ke jalan berdemonstrasi dan menjarah sejumlah tempat perbelanjaan pada Selasa (27/10/20).

Departemen kepolisian memperingatkan di Twitter bahwa “kerumunan besar” dengan estimasi masa 1.000 orang sedang menjarah pusat bisnis di daerah Castor dan Aramingo. Polisi meminta warga untuk menghindari daerah tersebut. Rekaman dari helikopter menunjukkan orang-orang membobol dan menjarah toko Foot Locker dan bisnis lain. (cnn/hm09)