Pangkalan Militer Diserang, 14 Tentara Nigeria Tewas

Ilustrasi--Tentara Nigeria melakukan patroli (foto:AFP/net).

Borno, MISTAR.ID

Pangkalan militer dekat kota utama Nigeria diserang kelompok. Sebanyak 14 tentara Nigeria tewas. Kelompok penyerang diduga melibatkan kelompok yang terhubung dengan ISIS.

Dua sumber anonim mengatakan kepada AFP bahwa anggota dari kelompok Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP) telah menyerang pangkalan di Jakana pada Jumat malam. Mereka menembakkan senapan mesin dan granat berpeluncur roket.

“Kami kehilangan 14 tentara dalam pertempuran itu, termasuk komandan dan perwira lainnya,” kata satu sumber, dikutip dari AFP, Minggu (18/10/20).

Baca Juga: Duh! Wanita Asal Indonesia Berencana Melakukan Bom Bunuh Diri di Filipina

Beberapa tentara lainnya hilang dan diduga melarikan diri atau ditangkap oleh gerilyawan, kata sumber kedua yang memberikan jumlah yang sama. Sumber meminta untuk tidak disebutkan namanya karena mereka tidak berwenang untuk berbicara.

Sumber pun mengatakan para pemberontak menyita empat truk yang dilengkapi dengan senapan mesin dalam serangan itu, kata sumber tersebut.

Jakana terletak 25 kilometer (15 mil) dari ibu kota daerah Maiduguri, terletak pada rute penyeberangan yang diketahui para pejuang ISWAP. Mereka bergerak di antara kamp mereka di kawasan hutan Benisheikh di Borno dan persembunyian mereka di daerah Buni Yadi di Yobe.

Baca Juga: India Miliki Pasukan Misterius Jaga Perbatasan China

Desa dan pangkalan itu telah berulang kali digerebek oleh anggota jihadis yang terpecah dari kelompok utama Boko Haram empat tahun lalu. Sejak perpecahan, ISWAP telah mengintensifkan serangan terhadap sasaran militer, menyerbu pangkalan, dan menyergap tentara.

Pada Senin lalu, militer Nigeria memulai operasi militer ekstensif terhadap ISWAP di daerah antara Borno dan Yobe yang termasuk Jakana. Tidak jelas apakah penyerbuan itu sebagai tanggapan atas serangan militer.

Pada Jumat, ISWAP mengklaim telah membunuh 30 tentara ketika para anggotanya menangkis serangan di desa Doksa di distrik Damboa, Borno.

AFP tidak dapat secara independen memverifikasi klaim tersebut, meskipun sumber militer di wilayah tersebut mengkonfirmasi ada bentrokan antara pasukan dan jihadis di daerah tersebut.

Pakar keamanan mengatakan ISWAP telah memperluas cengkeraman dan pengaruhnya di sekitar Danau Chad, wilayah berawa luas yang juga dimiliki oleh Niger dan Chad.

Pada Agustus, ISWAP menculik ratusan orang di Kukawa di wilayah Danau Chad. Di kota-kota lain di wilayah tersebut, ratusan orang telah melarikan diri untuk menghindari pemerasan oleh ISWAP. Para jihadis telah memasang penghalang jalan di sana, menyita ponsel dan uang.

Setidaknya 36.000 orang telah tewas dan sekitar dua juta mengungsi dalam konflik tersebut selama satu dekade di timur laut Nigeria. Kekerasan telah menyebar ke negara tetangga, Niger, Kamerun dan Chad, yang mengarah pada pembentukan kekuatan militer regional untuk memerangi pemberontak.(CNN/hm02)