8.3 C
New York
Friday, April 19, 2024

Italia Tutup Bisnis Non Strategis Hingga 3 April

Roma. MISTAR.ID

Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan, Sabtu (21/3), semua kegiatan bisnis di Italia harus ditutup hingga 3 April sebagai upaya menghentikan epidemi virus korona. Kebijakan Perdana Menteri Conte itu tidak berlaku bagi bisnis yang penting atau strategis agar rantai pasokan negara bisa dipertahankan.

Italia mencatat lonjakan kematian akibat virus korona hampir 800 pada Sabtu. Jumlah tersebut menambah daftar korban kematian di negara itu menjadi hampir 5.000 orang.

“Ini adalah krisis paling sulit dalam periode pasca perang,” kata Conte dalam sebuah video yang dimuat di Facebook. Dikatakannya, hanya kegiatan produksi yang dianggap vital untuk produksi nasional yang akan diizinkan.

Toko swalayan, apotek, layanan pos dan perbankan akan tetap buka, kata Conte, dan beberapa layanan publik yang penting, termasuk transportasi, akan dipastikan tetap berjalan. “Kami memperlambat mesin produksi negara tetapi tidak akan menghentikannya,” katanya.

Pemerintah Italia diperkirakan akan menerbitkan dekrit darurat pada Minggu untuk membuat tindakan keras terbaru bisa segera berjalan efektif.

Negara-negara terkaya di dunia mencurahkan bantuan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk perekonomian global pada Kamis (19/3/20) saat jumlah kematian akibat COVID-19 di Italia sudah melebihi di China, tempat virus korona jenis baru itu muncul pertama kalinya.

Dengan hampir 228.000 infeksi dan lebih dari 9.200 kematian di seluruh dunia, epidemi tersebut mengejutkan dunia dan membuat orang membandingkannya dengan periode-periode menyakitkan seperti Perang Dunia Kedua, krisis keuangan 2008 dan flu Spanyol 1918.

“Kita berada dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan aturan normal tidak lagi berlaku,” ujar Sekjen PBB Antonio Guterres.

Para pembuat kebijakan di Amerika Serikat, Eropa dan Asia telah memangkas suku bunga dan membuka keran likuiditas untuk mencoba menstabilkan ekonomi yang dilanda rantai pasokan yang terputus, transportasi yang terganggu dan bisnis yang lumpuh.

Virus, yang diduga berasal dari satwa liar di daratan China akhir tahun lalu, telah menyebar ke 172 negara dan wilayah lain dengan lebih dari 20.000 kasus baru dilaporkan dalam 24 jam terakhir, yang merupakan rekor harian baru.

Korban Tewas 793 Sehari

Angka kematian akibat wabah COVID-19 di Italia pada Sabtu (21/3/20) melonjak sebesar hampir 800 sehingga jumlah total korban jiwa di negara itu mendekati angka 5.000. Italia pada Kamis (19/3/20) mengambil alih posisi China sebagai negara di dunia yang paling parah terdampak virus korona baru tersebut.

Jumlah orang yang meninggal di Italia meningkat tajam sebanyak 793, terbesar per hari, menjadi total 4.825 orang sejak wabah itu muncul sebulan lalu.

Sementara itu, jumlah pengidap COVID-19 di Italia telah mencapai 53.578, naik dari 47.021, kata Badan Perlindungan Sipil. Saat ini, 2.857 pasien corona dirawat di unit pelayanan intensif. Jumlah itu bertambah dari sebelumnya sebanyak 2.655 orang.

Lombardy, wilayah Italia utara di sekitar Milan yang paling parah dilanda virus korona, masih berada dalam keadaan kritis. Di wilayah itu, terdapat 3.095 kematian dan 25.515 kasus.

Kalangan pesohor Italia juga semakin banyak yang melapor terinfeksi korona. Tim juara sepak bola Seri A Italia, Juventus, mengatakan pada Sabtu bahwa striker-nya asal Argentina, Paulo Dybala, dinyatakan positif COVID-19 tetapi tidak memiliki gejala. Dybala sejauh ini menjadi salah satu bintang olahraga paling terkenal yang terinfeksi virus korona baru.

Sumber : CNN

Editor : Jelita Damanik

Related Articles

Latest Articles