12.6 C
New York
Friday, April 26, 2024

Hari Ini, Ibadah Haji Dimulai, 1.000 Jamaah Tarwiyah di Mina

Mina, MISTAR.ID

Hari ini, Rabu (29/7/20), sekitar 1.000 jemaah berkumpul di Lembah Mina, Mekah, Arab Saudi, untuk memulai rangkaian ibadah haji, diantaranya melaksanakan ibadah Tarwiyah sebagai tanda dimulainya perjalanan haji.

Tarwiyah adalah berdiam di Mina sebelum menuju Arafah. Tidak ada ritual besar sehingga para jemaah akan menghabiskan waktu hingga Kamis esok.

Seperti dikutip dari Arab News, Mina yang berjarak 7 km dari Masjidil Haram, biasanya menampung sedikitnya 2,5 juta jemaah dari seluruh dunia yang tinggal di tenda-tenda. Tidak heran Mina mendapat julukan kota tenda.

Baca Juga: Masjidil Haram akan Dibuka Kembali, Ada 12 Skenario Pelaksanaan Ibadah Haji

Namun, jemaah haji tahun ini dibatasi karena pandemi virus corona. Hanya warga Saudi atau warga asing yang sudah berada di negara kerajaan itu yang dibolehkan berhaji. Dari 1.000 jemaah, sekitar 700 di antaranya adalah ekspatriat.

Jemaah yang diizinkan beribadah tahun ini hanya mereka yang berusia di bawah 65 tahun dan tidak mempunyai penyakit bawaan.

Seluruh jemaah yang telah memenuhi syarat, melakukan karantina mandiri sepekan sebelum memulai proses ibadah haji. Mereka melakukan pemeriksaan corona sesaat sebelum memasuki kota suci Mekah.

Baca Juga: Saudi Putuskan Porsi Jamaah Haji 2020, Warga Asing 70%, Saudi 30%

Seluruh jemaah haji pun patut menerapkan jaga jarak selama melaksanakan kegiatan. Setelah proses ibadah haji selesai, jemaah diwajibkan melakukan karantina mandiri lagi.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi telah menetapkan protokol di seluruh lokasi pelaksanaan ibadah haji. Termasuk melarang jemaah menyentuh Kakbah dan Hajar Aswad.

Baik jemaah maupun pemandu semuanya harus diperiksa suhu tubuh di setiap lokasi pelaksanaan haji. Masker dan perlengkapan pelindung wajah harus selalu dipakai.

Baca Juga: Saat Pandemi, Biaya Haji Bakal Naik Hingga 50 Persen

Sementara untuk di Arafah dan Muzdalifah, dipastikan tidak lebih dari 10 jemaah yang berada di dalam tenda berukuran 50 meter persegi.

Untuk lontar jamrah, tidak lebih dari 50 jamaah per kelompok yang masuk ke lokasi. Dan batu kerikil yang digunakan didesinfeksi lebih dahulu.

“Tidak ada masalah terkait keamanan dalam pelaksanaan haji ini, tetapi kami melakukan itu untuk melindungi jemaah dari bahaya pandemi virus corona,” kata Direktur Keamanan Publik Arab Saudi, Khalid bin Qarar Al-Harbi.(CNN/hm02)

 

 

Related Articles

Latest Articles