Disebabkan Keamanan, Gladi Bersih Pelantikan Biden Ditunda

Presiden ter[ilih Joe Biden dan wakil presiden terpilih Kamala Harris. (foto:reuters/Tom Brenner)

Washington, MISTAR.ID

Disebabkan masalah keamanan, pelaksanaan gladi bersih pelantikan Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden yang dijadwalkan pada Minggu (17/1/21) terpaksa ditunda.

Laporan dari Politico mengutip pernyataan dua orang yang mengetahui keputusan tersebut, gladi bersih kemudian direncanakan digelar pada Senin (18/1/21).

Tim Biden juga telah membatalkan perjalanan Amtrak dari Wilmington ke Washington yang direncanakan pada Senin karena meningkatnya masalah keamanan. Biden sendiri akan dilantik pada Rabu (20/1/21).

Tim Biden tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters pada Kamis (14/1/21).

Baca Juga: Aksi Protes Bersenjata Bayangi Pelantikan Biden

Sebelumnya, Direktur FBI Christopher Wray menuturkan bahwa mereka sedang mencari individu yang mungkin dapat mengancam keamanan pelantikan.

Biasanya, pelantikan presiden AS mampu menarik ratusan ribu pengunjung ke Washington DC. Namun upacara tersebut telah dikurangi secara dramatis akibat pandemi Covid-19.

Dilansir Reuters, Biden telah meminta calon wakil jaksa agung sekaligus mantan penasihat kontra-terorisme Presiden Barack Obama, Lisa Monaco, untuk melayaninya sebagai penasihat keamanan dalam negeri sementara menjelang pelantikan pekan depan.

Baca Juga: Setelah Kerusuhan Gedung Kongres, Trump Akui Biden Jadi Presiden AS

Sementara itu, para pejabat setempat telah memperingatkan tentang rencana aksi protes bersenjata di Washington dan 50 negara bagian lainnya. Para kelompok aktivis juga khawatir adanya potensi kekerasan.

Peringatan itu menyusul serangan pada Rabu (6/1/21) pekan lalu di Gedung Kongres Capitol Hill oleh massa pro-Trump yang menewaskan lima orang.

Massa pendukung Trump menyerbu Capitol untuk mencoba menggagalkan pengesahan kemenangan Biden dalam Pemilihan Presiden 2020.

Trump awalnya memuji aksi kerusuhan tersebut, tapi kemudian ia justru mengutuknya.

Sejak Pilpres November 2020, Trump kerap menentang validitas kemenangan Biden dan menyebutnya curang tanpa memberikan bukti.(CNN/hm02)