8.8 C
New York
Thursday, March 28, 2024

Ratusan Siswa SD dan SMP Antusias Ikuti Pelestarian Permainan Tradisional di Istana Maimun Medan

Medan, MISTAR.ID

Ratusan murid SD dan SMP antusias mengikuti perlombaan permainan tradisional 2022 yang digelar Pemko Medan melalui Dinas Kebudayaan Kota Medan dalam rangka memeriahkan HUT Kota Medan ke-432 tahun serta pengembangan seni dan budaya di halaman Istana Maimun, Minggu (3/7/22) sore.

Pelestarian permainan tradisional yang dikemas dalam bentuk permainan tradisional dan perlombaan permainan ini dibuka Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Kadis Kebudayaan OK Zulfi.

Kegiatan yang terlaksana atas kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) ini diikuti oleh pelajar SD dan SMP di lingkungan Pemko Medan.

Baca juga: Tradisi Margala, Warnai Keseruan di Pesta Budaya Penobatan Raja Maropat VI Bius Siantar

Kadis Kebudayaan OK Zulfi menjelaskan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Medan untuk lebih mengenal dan ikut serta melestarikan permainan tradisional yang ada.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk lebih memperkenalkan Kota Medan dalam meningkatkan kemajuan budaya di Kota Medan,” ucap Zulfi.

Dia juga mengatakan, hal ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan rasa cinta akan kebudayaan tradisional yang merupakan salah satu kekayaan bangsa yang tidak terukur nilainya.

“Kegiatan ini juga sebagai sarana pecinta seni dan sejarahwan untuk menuangkan ide dan kreasi serta menggali pengetahuan akan permainan tradisional di Kota Medan yang telah ada secara turun-temurun,” katanya.

Di samping itu, kegitan ini juga merupakan program pemerintah dalam pembangunan kebudayaan dan meningkatkan rasa kecintaan terhadap budaya yang ada di Kota Medan.

Baca juga: Arti dan Pentingnya Mainan untuk Tumbuh Kembang Anak

“Antusias anak-anak mengikuti kegiatan ini sangat tinggi. Perlombaan ini sempat terhenti dua tahun karena pandemi Covid-19. Tahun ini kembali kita gelar dan mereka sangat senang. Ini salah satu upaya kita melestarikan permainan tradisional di tengah perkembangan zaman dengan teknologi modern,” ungkapnya.

Dijelaskannya, ada tiga permainan tradisional yang diperlombakan dalam kegiatan ini, yakni terompah panjang, egrang dan hadang. Anak generasi sekarang pasti banyak yang tidak mengetahui permainan ini.

“Permainan Hadang yang dimainkan secara beregu ini memiliki daya tarik yang cukup kuat jika kita lestarikan. Anak-anak juga terlihat sangat bersemangat mengikuti permainan ini. Kita juga menyiapkan hadiah bagi anak yang menjadi juara,” tandasnya. (rahmad/hm09)

Related Articles

Latest Articles