Wartawan dan Ibunya Dianiaya Terduga Bandar Narkoba, Kapolres Siantar Langsung Membesuk ke RS

Kapolres Pematangsiantar, AKBP Budi Pardamean Saragih dan rombongan saat membesuk ibu wartawan yang jadi korban penganiayaan di RS Vita Insani.(f:mistar/ist)
Kapolres Pematangsiantar, AKBP Budi Pardamean Saragih dan rombongan saat membesuk ibu wartawan yang jadi korban penganiayaan di RS Vita Insani.(f:mistar/ist)

Siantar l MISTAR.ID – Irfan Nahampun (25) dan ibunya L boru Manik (52) jadi korban penganiayaan. Pelakunya diduga bandar Narkoba, inisial JP alias Nando.

Saat penganiyaan terjadi, wartawan online Lintangnews itu berhasil mengelak, tapi orangtuanya yang datang ke TKP untuk merelai malah jadi sasaran pelaku, dan mendorongkannya hingga terpental sejauh kurang lebih 7 meter hingga mengalami luka serius dan Senin (30.12.19) dini hari dilarikan ke rumah sakit Vita Insani Siantar untuk menjalani perawatan.

Penganiayaan itu terjadi Minggu (29/12/19) sore sekira pukul 15.17 Wib.

Kuat dugaan, penganiayaan tersebut ada kaitannya dengan pemberitaan yang dibuat Irfan terkait maraknya peredaran narkoba.

Mendapat informasi tersebut, Kapolresta Pematangsiantar AKBP. Budi Pardamean Saragih, S.IK langsung membesuk ibu korban ke RS Vita Insani yang mengalami trauma pasca kejadian.

Kapolresta membesuk bersama rombongan, diantaranya Ketua DPD KNPI Pematangsiantar Ilal Mahdi Nasution SH.i dan Koordinator Indonesia Legal Community Willy Sidauruk, SH.MH.

Kapolresta berjanji akan segera mengejar pelaku yang juga residivis narkoba itu.

Sebagaimana diberitakan, wartawan media online itu mendapat ancaman akan dihabisi.

Penganiayaan itu dialami korban, saat sedang minum kopi di depan rumahnya, Jalan Naga Terbang, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Minggu (29/12/19) sekitar pukul 15.17 Wib.

Aksi penganiayaan itu dilakukan JP alias Nando, warga yang bertempat tinggal di daerah yang sama dengan korban.

Nando yang kini telah menjadi terlapor atas kasus penganiayaan ini ditenggarai sebagai pengedar narkotika jenis sabu-sabu.

“Saat itu saya sedang minum kopi, tiba-tiba dia (baca: Nando) datang mengendarai sepeda motor. Dia langsung mencekik saya tanpa banyak bicara. Untung aku mengelak saat hendak ditujukan menggunakan kunci. Ini membuat saya langsung melakukan perlawanan,” ujarnya.

Mengetahui anaknya dianiaya, ibunda Irfan berupaya untuk melerai. Ternyata, kehadiran ibu korban semakin membuat Nando gelap mata dan sekuatnya mendorong ibu korban hingga terpental sejauh tujuh meter.

Sehingga ibu korban mengalami luka-luka dan trauma. Usai menganiaya Irfan dan ibunya, pelaku langsung melarikan diri.

Sementara itu korban membawa ibunya ke RS Vita Insani guna mendapatkan perawatan.

Kapolres buang cepat tanggap langsung memerintahkan anggotanya untuk memburu pelaku.

“Saya sudah perintahkan Kasat Reskrim agar menangkap pelaku malam ini juga,” tegas Kapolres.(hm02)

Penulis. : Edrin
Editor. : Herman Maris