Tersangka yang Menewaskan Santri Pesantren Darul Arafah Raya Medan jadi 3 Orang

Tersangka yang Menewaskan Santri Pesantren Darul Arafah Raya Medan jadi 3 Orang
Ilustrasi korban tewas akibat penganiayaan.(f:gom tobing/mistar)

Medan, MISTAR.ID

Jumlah tersangka tewasnya santri Pesantren Darul Arafah Raya berinisial FWA (15) bertambah. Setelah menetapkan kakak kelas berinisial ALH (17) sebagai tersangka, polisi juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka.

“Jumlah tersangka kini tiga orang, bertambah dua dari sebelumnya,” ujar Wakasat Reskrim Polrestabes Medan AKP Rafles Marpaung, tanpa menyebut identitas tersangka baru tersebut, Rabu (9/6/21) sore.

Dikatakan Rafles, dua orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan mendalam terhadap tersangka utama, dan melakukan gelar perkara.

Baca Juga:Prarekonstruksi Pembunuhan Santri di Medan Batal Digelar

“Yang jelas dua tersangka baru ini merupakan santri disitu juga,” katanya. Diketahui, seorang santri di Pesantren Darul Arafah Raya Desa Lau Bakeri Kecamatan Kutalimbaru meninggal dunia diduga dianiaya kakak kelasnya, Sabtu (5/6/21) malam.

Tewasnya korban berawal saat kakak kelas menyuruhnya berjumpa di aula pesantren. Usai Sholat Isya, korban mendatangi aula dan ternyata tersangka tidak berada di tempat yang dijanjikan.

Karena itu, korban balik ke kamarnya. Sekira pukul 22.00 WIB, tersangka kembali memanggil dan korban mendatanginya di aula. Tersangka kemudian memukuli korban hingga tak sadarkan diri, lalu meninggal dunia.

Baca Juga:Santri Pesantren Darul Arafah Raya Tewas, Kakak Kelas Jadi Tersangka

Selanjutnya, dua temannya membawa korban ke klinik pesantren dan Ustaz Harun menghubungi orang tua siswa tingkat SMP tersebut.

Pada, Minggu (7/6/21) sekira pukul 01.20 WIB, orang tua korban sampai di pesantren dan melihat anaknya sudah meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi.(ial/hm10)