Seorang Perampok Spesialis Dalam Angkot di Medan Ditangkap, Dua Lagi Diburu

Seorang Perampok Spesialis Dalam Angkot di Medan Ditangkap, Dua Lagi Diburu
Tersangka perampokan diamankan bersama barang bukti, Rabu (20/1/21).(f:ist/mistar)

Medan, MISTAR.ID

Personil Unit Reskrim Polsek Patumbak membekuk seorang tersangka pencurian dengan kekerasan (Curas) atau perampokan, Dedi Irma Najara alias Dedi (37) warga Jalan Perjuangan III Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak, yang biasa beraksi di dalam angkutan kota (angkot).

“Tersangka ditangkap usai beraksi di kawasan Terminal Amplas,” terang Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fachreza, melalui Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba, Rabu (20/1/21).

Dijelaskannya, perampokan itu dilakukan tersangka terhadap korbannya seorang buruh bangunan, Ibnu Azaruddin (19) warga Jalan Lantasan Lama Gang Tengah Kecamatan Patumbak pada, Rabu (6/1/21) sekira pukul 15.30 WIB.

Baca Juga:Dua dari 6 Perampok Ditembak

Ketika itu, korban dan temannya naik angkot dari bawah Flyover Amplas dengan tujuan Ringroad. Di Jalan Sisingamangaraja, angkot berhenti dan dinaiki tiga orang pelaku. Tiba-tiba, seorang pelaku menondongkan pisau kepada korban dan mengatakan, “Serahkan HP kau, jangan melawan, ku cucuk nanti perut kau”.

“Karena merasa terancam, korban diam saja kemudian pelaku merampas HP korban dan selembar uang senilai Rp50 ribu,” jelas Philip. Setelah itu, ketiga pelaku turun dari angkot dan langsung berpencar melarikan diri.

Baca Juga:Dua Perampok Asal Jakarta dan Palembang yang Ditangkap di Siantar, Ini Kata Kasat Reskrim

Sedangkan korban melaporkan nasibnya ke Mapolsek Patumbak. Begitu mendapat informasi tentang adanya kejadian tersebut, Tekab Polsek Patumbak segera bertindak melakukan penyisiran di seputaran Jalan Sisingamangaraja.

Tersangka diamankan dengan barang bukti uang senilai Rp50 ribu, satu kotak handphone merk OPPO, dan satu potong kemeja lengan panjang warna hitam garis biru. “Kita masih memburu dua pelaku lainnya inisial P dan S,” ucap dia.

Atas perbuatannya, pelaku Dedi dijerat dengan Pasal 365 ayat (2) KUHPidana tentang curas/perampokandengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun.(saut/hm10)