27 C
Medan
Tuesday, October 4, 2022
spot_img

Polri: Penusukan Wiranto Bukan Rekayasa

Jakarta | Mistar
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan, insiden penusukan terhadap Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto di Pandeglang, Banten, bukanlah rekayasa.

“Secara logika, tidak mungkin (rekayasa),” kata Brigjen Dedi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/10/19).

Ia menjelaskan, dalam proses penyebaran paham radikal, teroris menyebarkan pemahaman­nya dengan menyentuh emosi seseorang se­hingga mereka tanpa sadar mengikuti paham tersebut.

“Dalam terorisme, yang dimainkan emosi, bukan logika,” katanya.

Dedi menjelaskan, tahapan yang dibutuhkan agar seseorang bisa memiliki pemikiran ra­dikal membutuhkan proses yang panjang.

“Ketika seseorang terpapar radikal, prosesnya cukup panjang. Bagaimana dia punya keberanian untuk menyerang aparat, itu berproses (butuh waktu),” kata Dedi.

Hal ini membantah dugaan sejumlah pihak yang menganggap bahwa insiden penusukan ini merupakan rekayasa.

Ia menyebut proses hukum tersangka terorisme tidak ditutup-tutupi. Fakta dan bukti sejumlah kasus terorisme dibuka dalam persidangan yang digelar secara terbuka sehingga masyarakat bisa menyaksikannya langsung.

“Proses persidangan bisa dilihat secara langsung, digelar terbuka,” katanya.

Sebelumnya pada Kamis (10/10), terjadi insiden penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto saat kunjungan kerjanya ke Universitas Mathla’ul Anwar (Unma), Pandeglang, Banten.

Saat itu Wiranto dan rombongan meninggalkan Kampus Unma menuju Lapangan Alun-alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, menggunakan mobil. Rencananya Wiranto akan kembali ke Jakarta menggunakan helikopter.

Saat Wiranto turun dari mobil untuk menuju ke helipad di Alun-alun Menes, tersangka Syahril Alamsyah alias Abu Rara menusuk perut Wiranto menggunakan pisau dan melukai dada kiri seorang warga bernama Haji Fuad.

Sementara istri Syahril, Fitri Andriana menyerang Kapolsek Menes Kompol Dariyanto menggunakan gunting sehingga membuat Dariyanto luka di punggungnya.

Sumber Antara

Editor: Luhut Simanjuntak

Related Articles

bon dan benn

TRENDING NOW

Puluhan Mobil di Kompleks Mutiara Residence Deli Serdang Dirusak OTK

Medan, MISTAR.ID Sejumlah mobil yang terparkir di halaman dan garasi rumah warga di Kompleks Mutiara Residence Jalan Rumah Sakit Haji, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut...

2 Penambang Emas di Madina Tewas Tertimbun Longsor

Madina, MISTAR.ID Warga Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tiba-tiba dikejutkan dengan meninggalnya dua orang warga yang tertimbun tanah longsor saat menggali lubang, di lahan eks PT...

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: