Jenazah Lamhot Simarmata Sudah Dimakamkan, Tapi Pemeriksaan Masih Berlanjut

Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Suhartono SH, saat diwawancarai di ruang kerjanya.(foto:sawangin sinurat/mistar)

Samosir, MISTAR.ID

Hampir satu bulan bergulir, penyebab meninggalnya Lamhot Simarmata alias Pak Indra (30) warga  Janji Matogu Desa Huta gurgur, Kecamatan Harian Kabupaten Samosir, masih menjadi tanda tanya beberapa netizen di facebook.

Mereka bertanya-tanya terkait pemberitaan yang beredar di media terkait. Sudah bagaimana perkembangan kasus tersebut, dan apa hasil dari pemeriksaannya?.

Menindaklanjuti keingintahuan dari para netizen, wartawan Mistar menjumpai Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Suhartono SH di ruang kerjanya, Selasa (12/1/21) sekitar pukul 15.20 Wib.

Baca Juga: Jenazah Lamhot Simarmata Dibawa ke Rumah Sakit Bahayangkara Medan untuk Diotopsi

AKP Suhartono mengatakan, mengenai apa penyebab meninggalnya Lamhot Simarmata masih diproses.

Dia beralasan, karena adanya keterangan dari saksi-saksi, dugaan bahwa korban ada minum racun. Sehingga dari pihak autopsi dokter forensik Rumah Sakit Bayangkara Medan menyerahkan hasilnya kepada pihak penyidik Polres Samosir, kemudian mengirimnya lagi ke laboratorium forensik Polda Sumatera Utara.

AKP Suhartono mengakui, sampai saat ini hasil laboratorium belum ada. Sudah berkoordinasi dengan pihak Polda Sumatera Utara. Katanya lagi, kalau nanti hasilnya sudah ada, akan menjadi acuan untuk menindaklanjutinya.

Baca Juga: Setelah Santuni 7 Anak Korban Pembunuhan, Kapolres Samosir dan Istri Janji Menyekolahkan Mereka

Ditanya apakah ada pihak keluarga korban yang datang menanyakan hasil pemeriksaan autopsi? Kasat Reskrim mengatakan, tidak ada pihak keluarga yang datang untuk menindaklanjuti perkembangan pemeriksaan.

Terkait jenazah Lamhot Simarmata, AKP Suhartono menerangkan, setelah sempat dibawa ke rumah sakit di Medan untuk pemeriksaan autopsi, keesokan harinya jenazah langsung dibawa pihak keluarga pulang untuk dimakamkan.

Menurut AKP Suhartono, meskipun jenazahnya sudah dimakamkan., namun pihak Polres Samosir masih terus menindaklanjuti kasus tersebut.

“Dari kita, harus ada kepastian dari pihak kepolisian. Apakah benar minum racun ataukah ada tindakan penganiayaan,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, pihak Polres Samosir sampai saat ini, tetap bekerja dan mengawal kasus tersebut. “Kita akan menunggu hasil dari autopsi dan hasil laboratorium tentang isi lambung korban. Dari sana kita akan mendapat jawaban,” katanya.(sawangin/hm02)