25 C
Medan
Thursday, May 26, 2022
spot_img

Dugaan Pembunuhan Berencana Dibalik Kasus Pria Gantung Diri Saat “Live” di TikTok

Jakarta, MISTAR.ID

Kasus kematian pengguna aplikasi TikTok berinisial SS (29) hingga saat ini masih menjadi tanda tanya. Sebelumnya, SS disebut melakukan aksi gantung diri di kediamannya di Rusun Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, pada 2 September 2021. Aksi itu disiarkan secara langsung di akun TikTok-nya.

“Aksi gantung diri itu pertama kali diketahui dari teman korban yang menonton live TikTok korban,” ujar Wakatim 1 Rajawali Polres Metro Jakarta Timur Bripka Markon Samuel kepada wartawan, Jumat (10/9/2021).

Polisi kemudian menyelidiki kasus ini. Setelah lama tidak ada perkembangan, kasus ini kembali mencuat. Kuasa hukum keluarga korban menemukan beberapa kejanggalan.

Kuasa hukum keluarga korban SS, Dosma Sijabat menduga ada dugaan pembunuhan berencana.Ia mengatakan bahwa kaki SS ditarik oleh seseorang saat live di TikTok.

Baca juga: Niat untuk Bunuh Diri, Ini Kronologis Pembunuhan Terhadap Ayah dan Abang di Medan Barat

“Adanya penggalan video yang sempat terekam di TikTok dan disiarkan secara langsung, terlihat kaki mendiang ditarik oleh seseorang,” kata Dosma dalam keterangannya, Minggu (19/9/21).

Dosma menambahkan, akun TikTok, daftar panggilan, daftar nomor kontak, serta arsip chat di telepon genggam korban juga dihapus seseorang sebelum ponsel itu diamankan pihak kepolisian.

“Telah dihapus oleh oknum akun TikToknya, daftar telepon masuk, chat, hingga daftar nomor kontak,” ujar Dosma.

Tidak hanya itu, menurut Dosma, para saksi yang hadir dalam live korban menjelaskan ada beberapa orang di dalam kamar SS yang memberikan minuman keras dicampur pil.

“Padahal mendiang tidak pernah merokok dan minum minuman keras,” kata Dosma.

Dosma menduga, SS tidak murni bunuh diri, melainkan korban pembunuhan berencana. “Dugaan saya secara hukum dan saksi-saksi serta beberapa petunjuk bahwa mendiang meninggal bukan karena bunuh diri tetapi pembunuhan berencana,” kata dia.

Menurut Dosma, kasus itu adalah modus baru pembunuhan. “Ini sangat menarik memang, pembelajaran untuk kita bahwa saat ini adanya modus terbaru kejahatan atau dugaan tindak pidana pembunuhan dengan menggunakan aplikasi yang saat ini sedang hits di masyarakat,” kata Dosma dalam tayangan Kompas TV, Minggu kemarin.

Baca juga:Tiktok Jadi Aplikasi Terbanyak Diunduh di Dunia

Korban Pembunuhan Berencana Kendati demikian, Dosma menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian, dalam hal ini Polsek Jatinegara, untuk mengungkap kasus tersebut.

“Terkait kebenaran apakah korban tewas bunuh diri atau dibunuh,” kata Dosma. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Dosma menegaskan, dirinya tergerak untuk membantu keluarga korban dan mengungkap kasus tersebut, meskipun tidak menerima imbalan apa pun dari keluarga korban. Diduga masalah utang piutang Dosma mengatakan, SS dikenal sebagai pengguna TikTok yang baik dan konsisten memberikan motivasi. “Sangat tidak mungkin melakukan perbuatan bunuh diri,” ujar Dosma. Ia menduga, kasus yang menimpa korban dilatarbelakangi utang piutang atau masalah pribadi.

“Sampai saat ini, motif tersebut diduga adanya masalah pribadi dengan beberapa orang pelaku dan uang mendiang yang akan ditagih kepada pihak tertentu,” kata Dosma.

Jawaban polisi Polisi mengatakan, belum ada indikasi pembunuhan dalam kasus gantung diri yang dilakukan SS.

“Ada enam orang yang kami mintai keterangan, belum ada mengarah ke sana (kasus pembunuhan),” kata Kapolsek Jatinegara Komisaris Yusuf Suhadma saat dihubungi, Minggu kemarin.

Dari keenam saksi, lima di antaranya adalah teman SS. “Satu lagi ibu-ibu yang sebelahan kamar dia (korban),” ujar Yusuf.

Diduga Dibunuh, Polisi: Belum Mengarah ke Sana Yusuf mengatakan, sah-sah saja pihak kuasa hukum keluarga korban mengatakan bahwa itu kasus pembunuhan.

“Kalau pengacara boleh-boleh aja kan pengacara membela orang ya. Polisi kan memeriksa saksi-saksi, belum ada mengarah ke pembunuhan,” kata Yusuf.

Yusuf juga menanggapi pernyataan kuasa hukum keluarga korban yang menyebutkan bahwa akun TikTok serta daftar panggilan, daftar kontak, serta arsip arsip chat di telepon genggam korban dihapus.

“Polisi begitu menemukan handphone masih mati, kami isi daya. Pas menghidupkan HP itu, ada yang bilang, ‘Pak, ada yang hapus.’ Kami mah enggak tahu,” ujar Yusuf. Penyidik dari Polsek Jatinegara masih terus memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti yang berada di lokasi kejadian. (kompas/hm06)

 

Related Articles

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: