Riski Samosir dan Rendi Nyaris Tewas Dimassa, Ini Penyebabnya

Pelaku pencurian Honda Vario nyaris tewas dimassa.(f:ist/mistar)

Deli Serdang, MISTAR.ID

Dua pelaku curanmor alias pencuri kendaraan bermotor ini hampir tinggal nama. Bukan hanya gagal beraksi, keduanya yang tertangkap basah oleh warga, nyaris tewas diamuk massa.

Peristiwa yang membuat Riski Ananda Samosir (23), warga Jalan Karya Jaya, Gang Karya 10, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan dan Rendi Maulana (25), warga Jalan Karya Utama, Gang Karya 8, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor harus berurusan dengan hukum, terjadi pada Jumat (16/10/20) sekitar pukul 12.30 WIB, ketika mereka beraksi di kawasan Jalan Besar Namorambe, Dusun IV, Desa Delitua, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang.

Kapolsek Namorambe, Iptu Antonius Ginting, Sabtu (17/10/20) menerangkan, awalnya kedua pelaku hendak mencuri Honda Vario hitam BK 5297 AFU milik Nelson Ginting (41), warga Jalan Perjuangan, Dusun IV, Desa Delitua, Kecamatan Namorambe.

Saat salah seorang pelaku hendak memundurkan kreta tersebut, terlihat oleh salah seorang warga bernama Oktavianus Sembiring (34). Karena curiga, seketika itu pula Ginting berteriak sekuat-kuatnya hingga mengundang perhatian warga.

Baca juga: Polresta Deli Serdang Selidiki Kasus Kepala Truk Patah

Sementara pelaku yang sadar aksinya kepergok warga, kontan gugup dan menjatuhkan sepeda motor kemudian tancap gas naik Honda Beat BK 3700 ACV warna putih yang dikendarai pelaku lainnya.

“Saksi terus berteriak hingga warga ikut mengejar kedua pelaku. Di Jalan Besar Namorambe, dekat Kantor PLN, kedua pelaku terjatuh dan langsung ditangkap massa. Tanpa dikomandoi, massa menggebuki kedua pelaku sampai babak belur,” ungkap Antonius kepada wartawan.

Kejadian itu sampai ke telinga personel Polsek Namorambe. Petugas langsung datang ke lokasi mengamankan kedua pelaku dan 2 unit sepeda motor pelaku dan milik korban. Selain itu, dari tangan pelaku turut pula disita barang bukti berupa satu kunci letter T yang biasa digunakan mereka ketika beraksi.

Baca juga: Ungkap Kasus Pengeroyokan, Kejatisu Beri Apresiasi Atas Kinerja Polri

“Dari interogasi yang dilakukan, kedua pelaku datang ke bengkel boncengan. Salah seorang pelaku turun kemudian membuka kunci kontak sepeda motor korban menggunakan kunci T dan langsung mendorongnya keluar bengkel. Saat ketauan, terus meninggalkannya dan melarikan diri dan dikejar massa yang kemudian jatuh dan tertangkap,” jelasn Kapolsek.(sembiring/hm07)