Banjir Bandang Sungai Bah Tongguran, Kapolsek: Ternak Warga dan Rumah Makan BPK Habis Disapu Air

Warga berbondong-bondong melihat kondisi terkini jembatan Bah Tongguran yang nyaris ambruk akibat terjangan banjir bandang, Jumat (20/11/20) malam. (f:hamzah/mistar.id).

Simalungun, MISTAR.ID

Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Simalungun sejak Jumat (20/11/20) sore hingga malam tidak hanya mengakibatkan longsor dan jembatan Bah Tongguran di Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun putus total, tapi juga menyapu sebuah tempat usaha warga dan menghanyutkan ternak yang dipelihara.

Warga sekitar, Hary Eka Ompusunggu, yang rumahnya tak jauh dari jembatan mengatakan, air Sungai Tongguran mulai meluap pukul 20.30 Wib. Debit air mulai meninggi hingga mendekati jembatan yang saat sudah amblas itu pada pukul 22.00 Wib.

“Kita sebenarnya tidak menduga kalau seperti ini kejadiannya, memang sudah biasa kalau hujan panjang, bakal banjir. Tapi sampai amblas jembatan kuning ini, gak kita duga,” ungkap Hary Eka sembari membersihkan perabot rumahnya yang terendam luapan air sungai.

Baca Juga: Jembatan Bah Tongguran Putus, Warga: Banyak Kayu Gelondongan Ikut Hanyut

“Debit air makin naik terus sampai satu meter di rumah kami. Air juga menggenangi jembatan,” ujar Hary lagi.

Hary menyampaikan, amblasnya jembatan bukan kali ini saja terjadi. Pada tahun 1994. Saat itu sungai meluap sampai ke Pekan Tanah Jawa. “Terakhir banjir parah itu tahun 1994. Kalau banjir kecil-kecil udah biasa. Beberapa tahun terakhir, ini yang paling parah lah,” ungkap Hary.

Sementara itu, warga lain yakni, Budi Haryanto menyampaikan, meluapnya air sungai hingga ke rumah warga lantaran hujan yang terlalu lama. Apalagi hulu Sungai Tongguran ada percabangan sungai yang berhilir ke arah jembatan.

Baca Juga: Di Simalungun, 3 Ruas Jalan Longsor dan 1 Jembatan Putus

“Sebetulnya karena kelamaan banjirnya. Makanya sampai bangunan warung BPK, warung kopi di sini (sekitar jembatan) habis disapu air,” katanya.

Budi berharap pemerintah secepatnya mendahulukan air bersih milik. Sebab Jembatan yang nyaris ambruk turut memutus pipa saluran air untuk masyarakat di Nagori Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Pantauan Mistar.id, warga tampak membersihkan barang barang berharga yang bisa diselamatkan, seperti surat surat alat elektronik, dan perabot dapur. “Kalau tempat tidur nggak selamat, pakaian ya, nggak selamat,” ujar Lely Boru Gultom.

Baca Juga: Pengendara Diminta Hati-hati! Setengah Badan Jalan Menuju Parapat Longsor

Sementara itu, Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Selamat yang ditemui di lokasi mengatakan, debit air datang begitu cepat yang terjadi pukul 2o.00 WIB sampai hampir merubuhkan jembatan.

“Dari masyarakat kita terima informaai bahwa arus deras sungai mendadak datang dari atas. Air menghantam dari atas (hulu) ke bawah (hilir). Ada laporan warga, dia punya ternak tiga babinya yang hilang. Arus yang tinggi menghanyutkan hewan ternaknya,” ujar Kapolsek Kompol Selamat.

Saat kejadian, ketinggian air dari atas permukaan sungai mencapai 7 meter. Air Sungai bahkan menggenangi jembatan dan menyusup ke rumah warga yang ada di bibir sungai.

Baca Juga: Empat Penambang Emas Tewas Tertimbun Longsor

Kompol Selamat mengungkapkan bahwa, banjir mulai surut pukul 01.00 Wib pada Sabtu (21/11/20) dini hari tadi. “Pagi tadi sekira pukul 02.30 arus air sungai sudah menurun. nggak menggenangi jembatan Tongguran lagi. Sekarang siang ini arus air sungai sudah normal,” kata Selamat lagi.

Terkait dampak luapan air sungai, Kompol Selamat menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun ada beberapa bangunan milik  warga (rumah dan warung) dan Masjid yang berada di Pekan Tanah Jawa sempat terdampak.

“Korban jiwa nggak ada. Yang ada kerugian materil akibat banjir seperti warung warung dan hewan ternak. Tapi anggota saya masih akan melakukan pendataan sampai sekarang,” katanya seraya menyebut tidak ada warga yang perlu mengungsi.(hamzah/hm02)