28.9 C
Medan
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Pelatihan Transfer Point Bagi Pemandu Cagar Budaya Digelar di Museum TB Silalahi Center

Toba, MISTAR.ID

Sebanyak 40 peserta pelatihan pemandu wisata, cagar budaya dan museum mendapat pembekalan pelatihan di bidang penguasaan kondisi objek telling dan profil pengunjung atau transfer point dan presentase point, bertempat di Museum TB Silalahi Center di Desa Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara, Kamis (16/9/21).

Penguasaan transfer point dan presentase poit adalah penguasaan materi dan story telling yang dimiliki oleh Daerah Tujuan Wisata (DTW). Misalnya spot wisata, cagar budaya maupun museum ditambah penguasaan profil setiap pengunjung.

Dengan penguasaan hal itu, setiap pengunjung akan mendapatkan rasa aman dan nyaman selama berada di objek tersebut, ditambah pelayanan komunikasi dengan penuh keramahan dan kesopanan.

Baca Juga:Pemkab Toba Persiapkan SDM Pemandu Wisata Cagar Budaya dan Museum

Hal itu disampaikan Tetty Naibaho selaku Instruktur, di hadapan 40 peserta pelatihan pemandu wisata cagar budaya dan museum yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba. “Untuk mencapai kemampuan itu, dibutuhkan keseriusan belajar dan terus belajar,” kata Tetty Naibaho yang pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan di Kabupaten Samosir.

Pemandu wisata merupakan pekerjaan yang menyenangkan dan mengasikkan, namun untuk mencapainya dibutuhkan keseriusan untuk belajar dan terus belajar, untuk mengasah kemampuan hingga mampu berdiri menjadi pemandu wisata handal, dengan menyiapkan diri memiliki perbendaharaan nilai-nilai history yang terkandung disetiap situs, ditambah perbendaharaan bahasa asing yang harus dimiliki setiap pemandu.

“Kami berharap melalui pelatihan kali ini, dapat melahirkan para pemandu-pemandu wisata yang mampu bersaing diera teknologi saat ini, di tengah didaulatnya Danau Toba salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dan Destinasi Super Prioritas,” kata Tetty.

Baca Juga:Ibadah Minggu di Toba Terapkan Prokes dan PPKM, Satgas Aktif Monitoring

Ondi Siregar, pemandu wisata di Museum Batak TB Silalahi Center juga mengapresiasi kunjungan peserta pelatihan. Menurut Ondi, kemampuan menganalisa profil pengunjung secara cepat dan tepat menjadi hal utama yang dimiliki setiap pemandu, untuk dapat mengetahui keinginan dan kemauan setiap wisatawan. “Dengan menguasai kondisi lingkungan dengan cepat, akan memberi rasa aman dan nyaman bagi pengunjung, serta membuat hak dan kebahagiaan mereka dapat terlindungi,” sebutnya.

Di samping itu, pemandu harus mampu menorehkan kenangan baik bagi pengunjung. “Sehingga dengan demikian ladang rejeki akan terbuka luas bagi pelaku wisata di setiap objek wisata,” imbuh Ondi saat mendampingi para peserta di Museum Batak TB Silalahi Center.

Usai pelatihan kunjungan lapangan di Museum TB Silalahi Center, seluruh peserta melanjutkan kunjungan lapangan kesitus wiasata lainnya yakni ke Makam Pahlawan Raja Sisingamangaraja XII, Makam Misionaris IL Nommensen dan situs Mual Sirambe.

Pelatihan kunjungan lapangan turut didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba Patar Silalahi dan sejumlah Staf. (james/hm12)

spot_img

Related Articles

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,100FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: