25 C
Medan
Wednesday, October 5, 2022
spot_img

Lestarikan Kearifan Lokal Supaya Tidak Punah, Ini Kata Disdik Siantar

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pematangsiantar siap bekerjasama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) wilayah kerja Aceh dan Sumut dalam program Warisan Budaya Takbenda (WBTb).

Bukti keseriusan tersebut diwujudkan langsung di hadapan mistar.id dengan menghubungi langsung salah seorang perwakilan BPNB Nasrul Hamdani Harapan. Perwakilan ini baru saja berkunjung ke Pematangsiantar untuk berdiskusi pada salah satu sanggar lukis agar program WBTb bisa terwujud.

“Kami siap bekerjasama dengan BPNB tentang program WBTb di Kota Pematangsiantar,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Plt Rosmayana Marpaung ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/12/21).

Baca Juga:Film Kearifan lokal Masyarakat Melayu “Sinandong Perawan” Dilirik Sineas Jogyakarta

Pada kesempatan itu, perwakilan BPNB Nasrul Hamdani Harapan mengawali pembahasan mengenai bagaimana mekanisme agar program warisan budaya takbenda bisa dilakukan di Kota Pematangsiantar.

Namun, sebelum proses pengusulan dilakukan, pemerintah daerah harus melengkapi Pokok-pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Dalam penyusunan PPKD ini, pemko juga harus melibatkan masyarakat melalui komunitas atau sanggar, serta pemangku atau tokoh adat.

“PPKD ini sangat perlu dan merupakan syarat utama untuk Kota Pematangsiantar agar program WBTb ataupun lainnya yang berasal dari Kementerian Pendidikan bisa diikutsertakan juga,” kata Nasrul.

Baca Juga:Ulos Bermotif Lawas Pukau Pecinta Fesyen di Festival Payung Indonesia

Dokumen PPKD yang dihasilkan bisa menjadi acuan pembangunan kebudayaan di Kota Pematangsiantar ke depannya. Tujuannya tentu sebagai upaya pelestarian kearifan lokal agar tidak punah.

Menyikapi hal tersebut, Rosmayana menyambut baik dan antusias atas inisiasi yang diberikan perwakilan BPNB. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan Pemko Pematangsiantar.

“Kami akan berupaya dan berkoordinasi pada pemko tentang pokok pikiran kebudayaan. Tujuannya untuk memajukan kebudayaan di kota Siantar,” pungkas Rosmayana. (yetty/hm12)

Related Articles

TRENDING NOW

Tenggang Waktu Berakhir, Ranperda P-APBD 2022 Dairi Resmi Tidak Dibahas Lagi

Sidikalang, MISTAR.ID Rancangan Peraturan Daerah(Ranperda) tentang perubahan anggaran pendapatan belanja daera(P-APBD) T.A 2022 Kabupaten Dairi resmi tidak dibahas karena tenggang waktunya sudah berakhir sesuai aturan...

Atlet Selancar Indonesia Rio Waida Lolos WSL Championship Tour 2023

Lisboa, MISTAR.ID Atlet selancar ombak Indonesia Rio Waida memenuhi syarat untuk mengikuti Liga Selancar Dunia, World Surfing League Championship Tour 2023 setelah berhasil memastikan diri...

Stay Connected

2,753FansLike
12,688FollowersFollow
20,700FollowersFollow
2,600FollowersFollow

Latest Articles

%d bloggers like this: