Mantap! Harga Gabah Sentuh Rp6.300 per Kg di September 2020

Harga Gabah Sentuh Rp6.300 per Kg di September 2020
Ilustrasi gabah.(f:ist/mistar)

Medan, MISTAR.ID

Harga produsen gabah di tingkat petani pada September 2020, mampu menyentuh level Rp6.300 per Kg. Sedangkan, harga terendah Rp4.300 per Kg. Harga ini berdasarkan hasil observasi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dari 13 kabupaten, terhadap 89 observasi.

Dikatakan Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Sumut Dinar Butarbutar, untuk harga tertinggi berasal dari Gabah Kering Giling (GKG) varietas Ciherang di Kabupaten Labuhanbatu. Sedangkan untuk harga Gabah Kualitas Rendah (GKR) varietas Inpari 32 dan Ciherang dari Kabupaten Langkat.

“Sementara di tingkat penggilingan pada September 2020, harga tertinggi senilai Rp6.350 per Kg untuk GKG varietas Ciherang di Kabupaten Labuhanbatu.
Sementara, harga terendah senilai Rp4.350 per Kg untuk GKP varietas Ciherang dan Bondowoso di Kabupaten Simalungun,” kata Dinar, Selasa (13/10/20).

Baca Juga:Harga Sewa Lahan Tinggi, Petani Padi Di Siantar Mengeluh

Pada bulan Agustus lalu, kata Dinar, rata-rata harga GKG di tingkat petani senilai Rp5.775 per Kg, dan di tingkat penggilingan senilai Rp5.858 per Kg. Rata-rata harga GKP di tingkat petani senilai Rp4.773 per Kg, serta di tingkat penggilingan senilai Rp4.838 per Kg.

Untuk komponen mutu gabah pada September 2020, rata-rata Kadar Air (KA) dan Kadar Hampa/Kotoran (KH) gabah kualitas GKG masing-masing tercatat 12,84% dan 2,43%, rata-rata KA dan KH gabah kualitas GKP masing-masing tercatat 20,54% dan 4,98%.

Menyangkut Nilai Tukar Petani (NTP), Dinar menerangkan, jika di bulan September 2020, NTP Provinsi Sumut (2018=100) tercatat sebesar 110,44 atau naik 1,76% dibandingkan dengan NTP Agustus 2020 yaitu sebesar 108,53.

Baca Juga:Batu Bara Terima 2,5 Ton Bibit Padi Unggul dari Pemprovsu

Kenaikan NTP September 2020 disebabkan oleh naiknya NTP pada tiga subsektor, yaitu NTP subsektor Tanaman Hortikultura sebesar 1,74%, NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 3,23%, dan NTP Subsektor Perikanan sebesar 0,48%.

“Sedangkan NTP subsektor Tanaman Pangan turun sebesar 0,03% dan NTP subsektor Peternakan turun sebesar 0,22%,” terangnya.

Terpisah, pengakuan Feri salah seorang pengusaha kilang padi di kawasan Deli Serdang mengatakan, memasuki awal Oktober harga Gabah Giling Kering (GKG) atau harga padi kering saat ini sekitar Rp5.800 per Kg. “Tentunya harga ini cukup aman tidak terlalu mahal ataupun rendah,” sebutnya.(anita/hm10)