Lada Jadi Primadona, Luas Kebun Capai 9.455 Hektar

Tanaman lada yang kini primadona. (f:ant/mistar)

Belitung, MISTAR.ID

Lada merupakan komoditas utama Bangka Belitung dan terus dipacu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan juga kegiatan ekspor. Hingga saat ini, luas areal kebun lada di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), pada semester pertama (Januari – Juni) mencapai 9.455 hektar dengan produksi 3.079 ton lada kering.

“Kami yakin produksi tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun lalu,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Hamzah di Tanjung Pandan, Sabtu (17/10/20).

Menurut dia, dari luas kebun tersebut terdapat seluas 3.772 hektar tanaman belum menghasilkan, seluas 4.476 hektar tanaman menghasilkan, dan seluas 1.207 hektar tanaman rusak atau tidak menghasilkan.

Baca juga: Selain untuk Bumbu Masak, Ini 9 Manfaat Lada Hitam

“Sedangkan produksi adalah rata-rata mencapai 687 kilogram lada kering per hektar,” ujarnya. Hamzah menambahkan para petani lada di Belitung sejauh ini tercatat sebanyak 9.962 Kepala Keluarga (KK).

Sedangkan harga lada biji sekarang ini di tingkat pengumpul mencapai Rp52.500 dan trennya terus mengalami kenaikan. “Namun harga ini belum ideal bagi petani kalau harga ideal sekitar Rp65 ribu per kilogram dan syukur-syukur bisa mencapai Rp80 ribu per kilogram,” katanya.

Untuk itu memasuki musim tanam baru sekarang ini pihaknya mengimbau agar petani lada dapat menanam lada dengan memilih bibit lada kualitas baik serta teknik budi daya yang benar.

“Selain itu kami juga mengimbau petani lada agar mewaspadai penyakit busuk pangkal batang di musim penghujan sekarang ini yang menjadi momok dan bisa membuat tanaman lada mati,” ujarnya.(ant/hm09)