Rasa Kesepian Berpotensi Ganggu Kesehatan, Coba Atasi dengan 7 Hal Ini

Ilustrasi, kesepian.(Thinkstockphotos)

MISTAR.ID–Masa pandemi Covid-19 telah berdampak ke banyak hal, termasuk merasa kesepian. Pasalnya, pandemi ini membuat orang harus membatasi interaksi secara langsung dan berkegiatan secara bebas demi mencegah penyebaran virus.

“Kesepian adalah epidemi. Kita adalah masyarakat yang paling terhubung secara sosial, tapi begitu banyak orang yang mengalami kesepian yang ekstrem,” demikian kata psikolog Amy Sullivan, dikutip dari Cleveland Clinic.

Apakah Rasa Kesepian bisa Menyakitkan?

Merasa kesepian adalah pengalaman tidak menyenangkan yang juga memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang.

“Kami tahu dengan jelas bahwa duduk, merokok, dan obesitas terkait dengan penyakit kronis,” kata Sullivan.

“Tapi saya menganggap kesepian sebagai faktor risiko lain untuk kondisi kesehatan kronis.”

Baca Juga: Obesitas Berhubungan dengan Kebiasaan BAB yang Tak Normal, Bukan Pola Makan

Sullivan mengatakan bahwa kesepian tidak sama dengan isolasi sosial. Ini lebih tentang bagaimana Anda memandang tingkat keterhubungan Anda dengan orang lain.

“Seseorang yang terisolasi secara sosial dan tidak memiliki banyak kontak sosial mungkin tidak merasa kesepian sama sekali, tetapi orang lain mungkin merasa kesepian bahkan ketika mereka dikelilingi oleh banyak orang,” katanya.

Sullivan mengatakan saat mengalami kesepian, kadar kortisol atau hormon stres orang akan meningkat. Hal itu bisa berdampak buruk pada kesehatan.

“Kortisol dapat merusak kinerja kognitif, mengganggu sistem kekebalan, dan meningkatkan risiko masalah pembuluh darah, peradangan, dan penyakit jantung,” ungkapnya.

Baca Juga: 6 Manfaat Pijat Telinga bagi Kesehatan Fisik dan Mental Anda

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa kesepian juga merupakan faktor risiko masalah kesehatan mental yang lebih serius seperti depresi dan kecemasan.
Alasan Orang Kesepian Meninggal Lebih Cepat

Sebagaimana dilansir Toronto Sun, kesepian membuat orang merasa kosong, terasing dan hampa, menginginkan sesuatu yang sederhana seperti suara yang bersahabat, bahkan pelukan sederhana untuk menandakan bahwa mereka layak dan hidup.

Kesepian adalah tentang perasaan yang nyata. Kesepian terkadang berjalan seiring dengan keputusasaan.

Jadi tidak mengherankan jika ada epidemi kesepian yang nyata terjadi di sekitar. Bahkan itu bisa mematikan.

Penelitian menunjukkan, “orang yang kesepian hingga 32 persen lebih mungkin meninggal lebih awal daripada rekan mereka yang lebih terhubung,” tulis kolumnis Sonya Collins untuk WebMD.

Baca Juga: Jangan Lewatkan Makan Siang karena Ini Manfaatnya Bagi Kesehatan Anda

Isolasi sosial bukan hanya masalah bagi orangtua atau yang tinggal di rumah.

Penelitian baru menunjukkan orang dewasa muda berusia 18 hingga 22 tahun menjadi generasi yang paling kesepian. Anak-anak dikenal bertingkah laku karena mereka kesepian.

“Kurangnya hubungan sosial memiliki efek signifikan yang sebanding dengan indikator utama risiko kematian dini lainnya,” kata Julianne Holt-Lunstad, PhD, seorang profesor psikologi di Universitas Brigham Young.

Merasa sendirian, katanya, termasuk dalam kategori merokok, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik dalam hal pengaruh terhadap kesehatan Anda.

Sullivan lantas menyarankan sejumlah hal untuk mengatasi kesepian:

1. Menjadi lebih sadar akan perasaan Anda

Memang wajar untuk sesekali merasa kesepian, tetapi jika Anda menyadari bahwa Anda lebih sering merasa kesepian daripada tidak, inilah saatnya untuk mengambil tindakan.

2. Pahami dampak kesehatannya

Banyak orang yang menjaga kesehatan dengan makan dengan baik dan berolahraga tapi mengabaikan aspek penting dari kesehatan, yakni hubungan sosial.

Hubungan sosial sama pentingnya dengan mengikuti diet sehat dan cukup tidur.

3. Perbesar hubungan sosial

Rencanakan untuk menghabiskan waktu dengan teman daripada mengobrol melalui pesan teks. Bahkan memilih percakapan via telepon ketimbang email dapat membantu Anda merasa lebih terhubung. Keputusan kecil harian juga dapat membantu. Berusahalah untuk berbicara dengan rekan kerja alih-alih mengirim pesan instan atau email.

4. Lakukan kebaikan kecil untuk orang lain

“Hal-hal semacam itu sangat kuat dan membantu meningkatkan koneksi Anda,” kata Sullivan.

Saat Anda memberi kepada orang lain, itu juga mengalihkan pikiran Anda dari diri Anda sendiri.

5. Beristirahatlah dari media sosial

“Apa yang kami temukan adalah ketika orang menarik diri dari media sosial, mereka menjadi lebih intens dalam mencari hubungan yang nyata,” katanya.

6. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas

Pergi minum kopi atau sekadar berbincang dengan seorang teman yang memiliki hubungan otentik dengan Anda akan berpengaruh besar untuk memadamkan kesepian Anda daripada memiliki ribuan teman Facebook atau pengikut Instagram.

7. Cari konselor profesional

Merasa kesepian terkadang merupakan gejala depresi. Seorang terapis dapat membantu Anda mengatasi hal ini dan mengembangkan strategi untuk berhubungan kembali dengan orang lain.

Terkadang kesepian menjadi kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan. Ini mungkin berarti mendorong diri Anda keluar dari zona nyaman Anda.

“Saya pikir itu bisa menakutkan bagi orang untuk menjangkau,” kata Sullivan. “Jika Anda menempatkan diri Anda di luar sana maka ada risiko penolakan. Tapi pada akhirnya, hasilnya jauh lebih besar daripada risikonya.”.(CNN/hm02)