Ayah Bunuh Dua Anaknya, Psikolog: Ayah Lebih Gampang Emosi Mendengar Rengekan Anak

Ayah Bunuh Dua Anaknya, Psikolog: Ayah Lebih Gampang Emosi Mendengar Rengekan Anak
Psikolog Irna Minauli (foto Mistar / ist)

Medan, MISTAR.ID

Kekerasan yang dilakukan oleh ayah terhadap anak kandung atau tiri seringkali berakibat fatal jika dibandingkan dengan kekerasan yang dilakukan ibu.

Hal ini diungkapkan Psikolog Irna Minauli. Dia menyebutkan, biasanya seorang ayah tidak tahan mendengar suara rengekan atau tangisan dari anak-anak yang masih dibawah umur.

“Sehingga hal ini cepat memancing kemarahannya, terlebih jika ia seorang yang memiliki temperamen pemarah maupun ketergantungan narkoba,” kata dia menanggapi pemberitaan ayah tega membunuh dua anak tirinya di Medan belum lama ini.

Kemudian, sambung Irna Minauli, dalam situasi kesulitan ekonomi atau adanya masalah dengan pasangan, sering membuat seseorang melampiaskan kemarahannya pada anak yang tidak berdaya menghadapi amukan ayahnya.

Baca Juga:Pra Rekonstruksi Ayah Bunuh Anak: Kepala Kedua Korban Dibenturkan ke Dinding, Kemudian Dinjak-injak Pelaku

“Mekanisme pertahanan ego yang disebut displacement ini menyebabkan seseorang melampiaskan secara salah kemarahan atau sumber frustrasinya,” terangnya, Selasa (23/6/20).

Irna menambahkan, bagi ibu yang ditinggalkan, tentunya hal ini dapat menimbulkan trauma, karena ia tidak siap menerima kehilangan anak-anaknya.

“Sang ibu akan diliputi penyesalan dan rasa bersalah, yang jika tidak ditangani dengan baik, dapat mengarah pada depresi. Itu sebabnya, ibu korban perlu mendapatkan pendampingan secara psikologis. Dukungan sosial dari orang-orang dekat di sekitarnya akan sangat membantu,” tandasnya.

Seperti diketahui, seorang ayah, Rahmadsyah (30) tega membunuh dua anak tirinya Ikhsan Fatahilah (10) dan Rafa Anggara (5) hanya karena korban meminta uang jajan untuk membeli es. Tersangka dengan tega menganiaya kedua bocah itu hingga tewas secara mengenaskan. (saut/hm01)