CDC: Ibu Hamil Berisiko Tinggi Alami Covid-19 Parah

Ilustrasi---ibu hamil (antara/pixabay)

Jakarta, MISTAR.ID

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melalui study terbarunya mengungkapkan, bahwa ibu hamil memiliki risiko tinggi mengalami penyakit Covid-19 parah dibandingkan perempuan yang sedang tidak mengandung.

Temuan ini didapat setelah peneliti menganalisis 326 ribu perempuan berusia 15-44 tahun yang positif virus corona. Laporan CDC menunjukkan lebih dari 31 persen perempuan hamil yang terinfeksi virus corona dirawat di rumah sakit, sedangkan perempuan yang tidak hamil hanya 5,8 persen yang dirawat.

Baca Juga: Aduh! Pabrik Juara Pecat Karyawan Sedang Hamil di Masa Covid-19

Ibu hamil yang terinfeksi virus corona juga lebih mungkin dirawat di rumah sakit, dirawat di unit perawatan intensif (ICU), dan memakai ventilator.

“Perempuan hamil 50 persen lebih mungkin dirawat di unit perawatan intensif dan 70 persen lebih mungkin memakai ventilator,” kata peneliti CDC Sara Oliver, dikutip dari CNN.

CDC juga mendapati infeksi Covid-19 pada ibu hamil dari sejumlah ras yakni 46  persen hispanik, 22 persen kulit hitam, dan 23 persen kulit putih.

Baca Juga: Bansos Cair! Ibu Hamil Dapat Rp3,75 Juta, Lansia Rp3 Juta

Untuk mengurangi risiko terhadap virus corona, CDC memberikan sejumlah rekomendasi.

Rekomendasi itu meliputi ibu hamil harus memenuhi perawatan pranatal, membatasi interaksi dengan orang lain sebanyak mungkin, melakukan tindakan pencegahan saat berinteraksi dengan orang lain, dan memiliki persediaan obat selama 30 hari.

“Untuk mengurangi hasil yang parah dari COVID-19 pada ibu hamil, langkah-langkah untuk mencegah infeksi SARS-CoV-2 harus ditekankan, dan potensi hambatan terhadap kemampuan untuk mematuhi langkah-langkah ini perlu ditangani,” kata CDC.(CNN/hm02)